Promosi Batik Melalui Fotografi Glow in The Dark

Sebagai warisan budaya, tak heran jika hampir tiap daerah mempunyak ciri khas batik tersendiri. Namun, jarang ada promosi batik yang inovatif hingga mampu mendongkrak penjualan. Inilah yang menggerakkan Christine Siregar, melalui tugas akhirnya, menciptakan model promosi dengan nama fotografi glow in the dark.

“Batik ini ciri khas Indonesia. Tapi belum begitu banyak inovasi pada media promosinya. Kami tertarik untuk membuat media promosi ini, karena biasanya promosi batik lewat model fashion fotografi atau body painting, sudah biasa. Sedangkan untuk model glow in the dark sendiri sejauh ini belum ada di Indonesia,” jelas perempuan 22 tahun ini kepada detikcom, Rabu (30/8/2017).

Konsep fotografi glow in the dark dirancang Christine, bersamaan menyelesaikan tugas akhirnya di Universitas Kristen Petra Surabaya.

“Konsep ini sebenarnya sudah sering dipakai di luar negeri untuk menggambar bunga dan bentuk-bentuk lain, bukan batik. Di Indonesia sendiri yang punya batik, konsep ini belum digunakan,” terangnya.

Karena dirinya aku suka fotografi dan fashion, Christine yang juga asal Surabaya, ingin mengembangkan media promosi untuk batik Surabaya.

“Mungkin belum banyak orang yang tahu kalau Surabaya punya batik. Nah, aku pengen bikin media promosi yang unik dna artistik lewat fotografi,” tambah Christine.

Christine menjelaskan secara singkat proses pembuatan karyanya. Model yang sudah memakai kain batik, digambar di bagian lengan hingga pundak. Tentu saja motif yang diambil bertema Surabaya. Seperti motif tugu pahlawan, mangrove, yang identik dengan hewan-hewan laut dan motif lambang Surabaya.

“Gambarnya pakai cat glow in the dark, dikombinasikan dengan teknik body painting. Lalu pas difoto itu dibantu dengan pencahayaan dari lampu LED biru,” terang Christine.

Sebagai penunjang, Christine bekerja sama dengan 3 perajin batik Surabaya. Dan hasilnya mendapat respon positif, khususnya dari para perajin. Christine juga berharap karyanya ini bisa membantu para perajin untuk mempromosikan batik.

“Mereka responnya postif dan orang-orang yang meliat karyaku di pameran juga memberi respon yang positif,” terangnya.

Hasil foto, jelas dia, diberikan pada para perajin untuk digunakan sebagai media promosi batik Surabaya yang mereka buat. Dia pun mendorong anak-anak muda untuk lebih memanfaatkan media secara kreatif.

“Zaman sekarang medianya banyak, lebih inovasis aja khususnya untuk promosi budaya Indonesia. Kita harus cari cara agar promosi ini jadi lebih unik dan artistik, jadi generasi muda harus inovatif dan menciptakan karya baru yang berbeda dengan generasi sebelumnya,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *