Polri Sebut Obat PCC Bikin Halusinasi hingga Gangguan Saraf Otak

Polisi menyatakan pil PCC sebenarnya tidak menimbulkan dampak signifikan jika dikonsumsi dengan dosis yang sesuai dengan petunjuk dokter. Namun dalam kasus di Kendari, Sulawesi Tenggara, ada yang langsung mengonsumsi 5 butir sekaligus.

“(Dosis yang dikonsumsi) bukan hanya satu butir, tapi 1 sampai 5 butir, kemudian berdampak kepada halusinasi sampai kepada gangguan saraf otak,” kata Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/9/2017).

Martinus mengimbau masyarakat tidak lagi menyalahgunakan pil PCC. Sebab, PCC obat penenang, jantung, hingga untuk melemaskan otototot saraf.

Dia berharap kejadian di Kota Kendari dan sekitarnya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak melakukan hal serupa. “Tentu ini menjadi pembelajaran bagi kita semua sehingga tidak terulang kembali, mengonsumsi pil PCC secara massal,” ujar Martinus.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara Asrum Tombili mengatakan korban penyalahgunaan obat PCC dan Tramadol di Kendari bertambah. Total korban hingga hari ini tercatat 76 orang, yang ratarata remaja.

“Data ini kita sudah satukan semuanya, baik BNN, BPOM, dan kepolisian. Data hingga siang hari ini yakni sebanyak 76 korban penyalahgunaan PCC dan Tramadol. Pasien terbanyak dirawat di RSJ Kendari, yakni sebanyak 58 orang,” kata Asrum di kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sultra, Jumat (15/9).