Politikus Perempuan Prancis Ditinju Pria Tak Dikenal

Paris

Seorang pria ditangkap setelah meninju kepala seorang anggota parlemen perempuan dari partai pimpinan Presiden Emmanuel Macron di sebuah kota pinggiran Paris.

Laurianne Rossi, 33 tahun, diserang pria tersebut saat membagikan selebaran di pasar Bagneux.

Pria itu mengungkapkan kemarahannya terhadap kebijakan pemerintah Macron sebelum meninju di bagian kanan kepalanya, kata Rossi kepada media setempat.

Ini merupakan serangan kedua terhadap seorang politikus perempuan Prancis di tempat umum dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam serangan terbaru, pria berusia 50an itu, dengan cepat dibekuk para aktivis dan para pemilik kios di pasar itu.

Laurianne Rossi mengatakan kepada surat kabar Le Parisien bahwa ia “terguncang dan sedikit terkejut”.

“Orang ini jelasjelas memusuhi kebijakan pemerintah. Ia berbicara dengan keras namun tidak langsung menyerang,” katanya.

Pria tersebut menuding para anggota parlemen dari partai yang dibentuk Macron, La Republique en Marche (LREM) sebagai kaum yes man dan menuduh liputan media diarahkan untuk menguntungkan partai tersebut.

“Saya mulai menjawab namun belum sempat menyelesaikan penjelasan, ia keburu meninju bagian kanan kepala saya dan saya lari,” kata Rossi.

Insiden tersebut “menunjukkan rasa jengkel sebagian warga,” kata Rossi kepada BFMTV.

Ia lantas mencuitkan dalam Twitter bahwa “warga boleh saja tidak setuju dengan kebijakan politik, namun menunjukkan ketidaksepakatan dengan kekerasan tidak dapat dibenarkan, apalagi menyerang anggota parlemen dan perempuan”.

Perdana Menteri Edouard Philippe mengutuk “serangan pengecut” tersebut.

Pada bulan Juni, anggota parlemen Nathalie KosciuskoMorizet dari partai Republik kanan jatuh tak sadarkan diri di sebuah pasar di Paris saat seorang pria menunjuknunjuk wajahnya dengan selebaran lalu memukulnya sampai tersungkur ke aspal.

Pria tersebut dilaporkan memanggil KosciuskoMorizet dengan sebutan “crappy bobo”, istilah yang digunakan untuk menghina calon profesional muda yang berpandangan beda.