Polisi Victoria Bentuk Unit Baru Untuk Cegah Radikalisasi

Victoria mengumumkan, sebuah unit polisi baru akan dibentuk untuk menangani orangorang yang berisiko mengalami radikalisasi atau melakukan serangan di negara bagian itu.

Pusat penilaian ancaman senilai $ 31,6 juta (atau setara Rp 316 miliar) itu akan memantau orangorang yang menyebar ancaman, terisolasi secara sosial dan siapa saja yang bisa menimbulkan risiko melakukan tindakan teror atau kekerasan ekstrem.

Sebuah tim yang terdiri dari 25 penyelidik, analis intelijen dan ahli kesehatan mental forensik akan bekerja untuk memantau 300 orang per tahun.

Unit ini akan merujuk orangorang yang berisiko itu ke layanan kesehatan mental atau menuntut mereka.

Menteri Kepolisian Lisa Neville mengatakan bahwa pusat, yang didasarkan pada unit serupa di New South Wales, Queensland dan di Inggris, tersebut didirikan menyusul aksi penabrakan di Bourke Street, Melbourne.

“Langkah ini akan memberi rujukan dan menggunakan intelijen untuk mengidentifikasi orangorang yang mungkin terisolasi atau menampilkan perilaku yang sangat mengkhawatirkan, dan mungkin mendapat manfaat dari rujukan kesehatan mental atau intervensi lain untuk mengurangi risiko orang tersebut melakukan serangan di komunitas kami,” jelasnya. .

“Mungkin seseorang yang tidak diprofilkan sebagai teroris tapi bisa melakukan serangan sendirian. Saya pikir ini akan membuat perbedaan yang sangat besar untuk meningkatkan keamanan masyarakat.”

“Ini adalah kapasitas yang meningkat, bukan mengambil sumber daya dari bagian lain sistem ini.”

Asisten Komisaris Kepolisian Victoria, Ross Guenther, mengatakan bahwa unit tersebut akan menggunakan informasi dari Hotline Keamanan Nasional, informasi dari masyarakat dan rujukan dari dalam sistem kesehatan.

Ia mengutarakan, unit tersebut juga akan menilai warga yang saat ini dipantau polisi.

“Jika kami bisa memantau warga sejak dini dan mengerti bahwa mereka memerlukan rencana perawatan dan tindakan yang lebih terbuka maka kami akan berada dalam posisi yang sangat efektif untuk mengambil tindakan itu,” jelasnya.

“Salah satu hal yang kami tahu adalah orangorang itu cenderung tak terdeteksi.”

“Jadi jika kami melihat contoh internasional, baik di Inggris dan Belanda, mereka sangat efektif dalam identifikasi awal bahwa seseorang bisa menjadi ancaman bagi instansi di pemerintahan dan masyarakat luas atau polisi dan militer.”

“Dan [mereka] sangat efektif dalam merancang rencana perawatan yang benarbenar mengurangi risiko itu.”