Polisi Usut Dugaan Korupsi Rp 5,4 M Pengadaan Bibit Bawang di Brebes

Brebes Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah, Selasa (1/8/2017) memeriksa sejumlah anggota kelompok tani terkait dugaan korupsi pengadaan bibit bawang merah senilai Rp 5,489 miliar di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes.

Pada hari yang sama, tim dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI perwakilan Jawa Tengah juga memintai keterangan dari para kelompok tani tersebut.

Pengusutan kasus ini bermula dari proyek pengadaan bantuan bibit bawang merah senilai Rp 5,489 miliar untuk para petani di Kabupaten Brebes. Dalam proyek ini, diduga telah terjadi penyelewengan bantuan. Petani semestinya menerima bantuan dalam bentuk barang, tetapi dalam pelaksanaannya sebagian petani justru menerima bantuan uang.

Para penerima bantuan bibit dalam bentuk uang itu tersebar di Kecamatan Brebes, Wanasari dan sebagian Kecamatan Jatibarang. Dari dugaan penyimpangan ini, Polda Jateng melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan dari sejumlah petani beberapa waktu lalu. Hasil penyelidikan saat itu disimpulkan ada dugaan penyelewengan dalam proyek tersebut.

Pemeriksaan tim Polda dan BPK RI itu dilakukan di aula Satreskrim Polres Brebes. Tim dari BPK melakukan pemeriksaan untuk mengetahui besaran kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut. Sesuai rencana, tim BPK RI dan Polda Jateng akan melakukan pemeriksaan selama 4 hari ke depan.

Kali pertama pemeriksaan dilakukan kepada para kelompok tani penerima bantuan yang berasal dari Kecamatan Brebes dan Wanasari. Selain mereka, pemeriksaan juga akan dilakukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) di Dinas Pertanian dan rekanan pemenang tender pengadaan proyek tersebut.

Lholidin (45), Ketua Kelompok Tani Mekar Tani Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, kepada wartawan mengaku pihaknya diundang ke Mapolres Brebes untuk dimintai keterangan oleh Tim BPK. Selain dirinya, beberapa anggota kelompok tani yang menjadi pengurus juga dimintai keterangan.

Kamali (43), anggota kelompok tani lainnya menuturkan, dirinya ditanya terkait bantuan bibit bawang merah. Salah satunya, bentuk bantuan yang diterima oleh kelompok tani.

“Tanya soal bantuan bibit bawang yang kami terima. Kami memang menerima bantuan sebanyak 80 kg bibit bawang,” ungkapnya.

Sampai dengan Selasa petang, proses pemeriksaan masih dilaksanakan tim BPK RI dan penyidik Polda Jateng. Rencananya, pemeriksaan akan dilanjutkan Rabu besok, khususnya bagi PPKom dan PPHP Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Brebes.

Petugas dari BPK RI dan Polda Jateng belum bersedia memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan para saksi. “Nanti saja, kalau sudah selesai semuanya,” ujar salah satu perwira dari Polda.