Polisi Setop Kasus Siamang Serang Balita di Blitar

Polresta Blitar tidak melanjutkan proses penyelidikan kasus balita yang diserang Siamang di Taman Rakyat Kebon Rojo, Kota Blitar beberapa waktu lalu. Pasalnya, orangtua Aisha Fatiya Azzahra (21 bulan) tidak melaporkan kasus itu ke polisi.

“Orangtua korban tidak mau melapor, untuk sementara kami tidak bisa melanjutkan kasusnya,” kata Kasat Reskrim Polresta Blitar, AKP Heri Sugiono saat ditemui di Mapolresta Blitar, Kamis (13/7/2017).

Menurut Heri, pihaknya sudah berupaya jemput bola dengan mengunjungi rumah keluarga korban di Sanankulon Kab Blitar. Namun keluarga korban telah ikhlas menganggap kejadian itu sebagai musibah.

“Mereka juga mengaku insiden itu karena kelalaian mereka saat menjaga anaknya. Jadi tidak menyalahkan pihak manapun dan minta kasus ini tidak diperpanjang,” terang Heri.

Selama ini, aku Heri, pihaknya belum pernah meminta keterangan dari orang tua korban. Namun hasil koordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar dan BKSDA Kediri, telah terealisasi.

“Police line masih tetap terpasang, sampai proses pembuatan pagar pembatas rampung. Selain itu kami juga minta tulisan peringatan berbahaya nanti dibuat lebih besar, biar jadi perhatian pengunjung,” jelasnya.

Sementara DLH Kota Blitar sebagai pengelola taman rekreasi itu sudah memasang pagar sebagai pembatas di lokasi. Pagar pembatas antara pengunjung dan kandang Siamang itu, berupa besi yang tingginya sekitar 1,5 meter dengan jarak 1 meter. Pagar besi itu rencananya juga ditambah dengan kawat ram agar pengunjung tidak bisa menerobos.

Adanya pagar pembatas itu diharapkan insiden penyerangan siamang tidak akan terjadi lagi. Seperti yang menimpa warga Sanankulon Kab Blitar ini. Suasana gembira libur lebaran keluarga di Taman Rakyat Kebon Rojo ini berbuah petaka, Sabtu (1/7). Khomad Muhjaidin (33) kaget saat tangan kanan anaknya, Aisha Fatiya Azzahra (21 bulan) dicengkeram Siamang saat digandeng berjalan di dekat kandang.

Jempol kanan Aisha putus akibat tarikan kuat tangan siamang yang keluar melalui celah bawah kandang. Kepala bagian belakang balita itu juga ikut luka. Aisha sempat dirawat di RS Budi Rahayu Kota Blitar, sebelum dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar Kota Malang. Namun pihak RSSA menyatakan tidak bisa menyambung jempol Aisha.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *