Polisi Lacak Motor Pria Tertelungkup di Bawah Jembatan Lumajang

Penyebab kematian H. Ali Adnan (55) yang mayatnya ditemukan tertelungkup di bawah jembatan Sungai Kali Pancing, Lumajang, belum terungkap.

Belum dipastikan apakah warga Dusun Krajan, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, itu tewas terjatuh dari jembatan atau ada penyebab lain. Polisi kini fokus mencari keberadaan motor yang dikendarai korban sebelum ditemukan tewas.

“Kasus itu masih terus kami selidiki guna mengungkap apakah korban ini bunuh diri dengan cara lompat dari atas jembatan atau menjadi korban begal dan mungkin ada sebab lain,” kata Kanitreskrim Polsek Pasirian, Ipda Lugito, Kamis (18/1/2018).

Sedangkan hasil visum tim medis RSUD dr Haryoto Lumajang, diperoleh keterangan pada organ tubuh korban terdapat sejumlah luka. Tulang rusuk sampai patah di enam titik. Bagian kepala juga terdapat luka.

Lugito menjelaskan, saat ini Polsek Pasirian bersama penyidik Polres Lumajang masih fokus mencari keberadaan sepeda motor jenis matic yang dikendarai korban. Dalam proses olah TKP, petugas hanya menemukan kunci motor dan sejumlah obat

“Sepeda motornya tidak ada, dicari di sekitar TKP juga tidak ditemukan. Inilah yang membuat kami kesulitan menyimpulkan apakah korban ini bunuh diri atau korban begal. Lebih jelasnya menunggu motornya ditemukan dulu,” terangnya.

Dari keterangan pihak keluarga, sambung Lugito, korban sempat menikah dengan seorang perempuan asal Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Jember. Dia lalu pergi merantau ke Malaysia dan sukses. “Korban sakit stroke saat jayanya itu,” ujar Lugito.

Entah apa penyebabnya, tiba-tiba rumah tangga korban diterpa masalah dan akhirnya keduanya memilih cerai. Korban lalu pulang ke Desa Bades ikut adik kandungnya. Selama tinggal bersama adiknya, korban sering sakit-sakitan.

Meski kondisi kesehatannya menurun, korban sering keluar rumah mengendarai motor. Adiknya sudah sering mengingatkan, namun korban tidak pernah mengindahkan dan terus saja pergi. “Ketika pulang, seringnya korban mengeluh sakit. Ketika diingatkan jangan pergi, marah-marah,” tambah Lugito.

Menurut Lugito, pihak keluarga terakhir melihat korban keluar rumah dengan mengendarai motor matic, Senin (15/1) sore. Saat itu adik korban sempat bertanya, namun korban diam lalu pergi begitu saja. Malam itu korban tak pulang. Hingga keesokan harinya, korban ditemukan warga meninggal di dasar sungai Kali Pancing.

“Ada salah satu warga sekitar lokasi kejadian mengaku pada Senin sore itu melihat korban mondar mandir di sekitar jembatan sungai Kali Pancing. Kita tanya terus gimana, warga itu menjawab tidak tahu,” pungkas Lugito.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *