Polisi Koordinasi ke Jaksa soal Penuntutan Indra Piliang

Proses hukum kasus narkoba Indra J Piliang tetap berjalan kendati telah diputuskan oleh BNN untuk menjalani rehabilitasi. Polisi masih berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum untuk melihat kasus itu bisa masuk ke penuntutan atau tidak.

“Kita lihat koordinasi dengan jaksa penuntut umum dulu apakah bisa maju atau tidak, karena barang bukti habis, cuma bong doang,” ujar Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Doni Alexander kepada detikcom, Rabu (20/9/2017).

Meski begitu, lanjut Doni, penyidik tetap menyelesaikan pemberkasan. “Apakah nanti bisa masuk ke penuntutan atau tidak, tergantung jaksa. Karena yang bersangkutan sendiri kan sudah direhabilitasi,” imbuhnya.

Indra dan dua rekannya menjalani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan setelah melalui proses assessment. Hasil assessment tersebut memutuskan agar Indra dkk direhabilitasi selama delapan kali.

“Rehabilitasinya rawat jalan kalau tidak salah. Kalau soal rehabilitasi berapa lama, silakan tanyakan ke pihak BNN,” lanjutnya.

Sebelumnya, Indra bersama dua rekannya ditangkap di sebuah ruangan karaoke Diamond, Taman Sari, Jakarta Barat. Saat ditangkap, polisi hanya menemukan bong di meja di ruangan karaoke tersebut, sedangkan sabu telah habis dikonsumsi.

“Keterangannya beli Rp 600 ribu, seperempat gram,” ujarnya.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus itu. Polisi juga berencana memanggil manajer Diamond untuk dimintai keterangan.