Polisi Gerebek 3 Home Industri Penghasil 700 Kg Merkuri di Jombang

Sat Reskrim Polres Jombang menggerebek 3 industri rumahan penghasil merkuri atau air raksa. Dari penggerebekan ini, petugas menyita 700 Kg merkuri siap jual.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan, penggerebekan siang tadi menyasar tiga lokasi. Meliputi 2 industri rumahan merkuri di Desa Sebani, Sumobito dan 1 TKP di Dusun Njeblok, Desa Brudu, Sumobito.

“Ketiga home industri itu kami gerebek karena mengolah merkuri secara illegal. Itu dilarang karena bisa merusak lingkungan serta mengganggu kesehatan masyarakat sekitarnya,” kata Norman dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (11/10/2017).

Dari penggerebekan di ketiga lokasi, lanjut Norman, pihaknya menyita 700 Kg merkuri jadi yang siap dijual. Selain itu, sejumlah barang bukti lainnya juga turut disita. Seperti 2 ton bahan baku berupa batu Cinabar, 60 Kg gamping, 300 Kg serbuk besi, 300 buah bumbung untuk mengolah merkuri, serta 2 mesin penghancur batu Cinabar.

“Bahan baku batu Cinabar didatangkan dari Ambon (Maluku), hasil produksi berupa merkuri dijual pelaku ke Jakarta seharga Rp 500550 ribu per Kg, pembelinya pengusaha emas dan kosmetik,” terangnya.

Selain menyita barang bukti, kata Norman, pihaknya juga meringkus 2 pemilik industri rumahan merkuri. Pria berinsial MHM dan MLK itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Sementara 5 orang pekerja turut diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Akibat perbuatannya, tambah Norman, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 161 UU RI No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). “Ancaman hukumannya 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar,” tandasnya.