Polisi Dalami Hubungan Asma Dewi dengan Saracen

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, pihaknya sedang mencari tahu latar belakang Asma Dewi mentransfer uang sebanyak Rp 75 juta ke grup penyebar hoax, ujaran kebencian dan SARA, Saracen. Hingga saat ini kepolisian belum memastikan peran Asma Dewi terkait Saracen.

“Kami belum bisa memastikan apa maksudnya mengirim uang (Rp 75 juta) itu (ke Saracen). Buat apa? (Kalau pemesan produk Saracen) Dia sendiri kan postingposting (konten) di FBnya,” ujar Setyo di gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/9/2017).

Setyo mengatakan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim menggandeng Pusat Pemeriksaan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri rekening bank Asma Dewi.

“Ditsiber kerja sama dengan PPATK untuk menelusurinya,” ucap Setyo.

Asma Dewi ditangkap di Komplek Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI), Ampera, Jakarta Selatan pada Jumat (8/9) pekan lalu. Dia ditangkap di kediaman keluarganya yang merupakan anggota kepolisian.

Asma Dewi diduga sebagai pelaku ujaran kebencian, SARA dan penghinaan oleh polisi siber berdasarkan postinganpostingan di media sosial Facebooknya. Polisi mendapatkan info, Asma Dewi memiliki huhungan dengan kelompok Saracen.