Polisi Ciamis Kejar Pelaku Pencurian Uang Kuno di Museum Unigal

Satreskrim Polres Ciamis saat ini melakukan penyelidikan kasus hilangnya ratusan uang kuno masa penjajahan di Museum Universitas Galuh (Unigal). Polisi sudah memeriksa tiga saksi.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan. Tiga saksi kami periksa dan dimintai keterangan. Kepala Museum dan penjaga disana,” ujar Kasat Reskrim Polres Ciamis Akp Hendra Virmanto saat ditemui di Taman Lokasana Ciamis menghadiri tablig akbar Senin (14/5/2018).

Menurut Hendra, dari aksi pencurian itu ada kejanggalan-kejanggalan. Salah satunya tempat kejadian masih rapih, tidak ada kerusakan baik di pintu museum atau jendela. Bahkan sempat beredar dugaan adanya orang dalam yang melakukannya. Namun polisi belum bisa menyimpulkan hal itu.

“Ada kejanggalan, di tempat kejadian tidak ada pembongkaran. Sidik jari yang diambil sudah rusak karena banyak yang masuk,” ungkapnya.

Hendra belum bisa menyimpulkan pelaku pencurian ratusan uang kuno itu. Melihat barang yang dicuri, menurut Hendra hanya orang yang menyukai barang antik atau kolektor. Sehingga penyelidikan bisa semakin mengerucut.

“Karena memang sesuai barang yang dicurinya itu barang antik, jadi tidak jauh yang membelinya itu jarang,” tuturnya.

Sebelumnya, Museum sejarah milik Prodi Sejarah FKIP Universitas Galuh (Unigal) Kabupaten Ciamis disantroni maling. Ratusan uang kuno pada Jaman penjajahan VOC, Belanda dan Jepang termasuk uang kuno Indonesia, termasuk dua keris koleksi museum hilang dicuri. Aksi pencurian ini diketahui pada Jumat pagi (11/5/2018).

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *