Polisi China Selidiki Dugaan Pencabulan Murid-murid TK

Kepolisian China sedang menyelidiki dugaan pencabulan di sebuah taman kanakkanak (TK) setempat. Dugaan pencabulan ini memicu kemarahan para orang tua murid.

Dilaporkan kantor berita Xinhua, seperti dilansir Reuters, Jumat (24/11/2017), kepolisian setempat sedang menyelidiki tudingan bahwa sejumlah guru dan staf di sebuah TK setempat melakukan pencabulan dan kekerasan terhadap anakanak.

Anakanak yang menjadi korban dilaporkan yang paling muda berusia 3 tahun. Para orang tua menuturkan, beberapa anak mereka menceritakan halhal aneh soal orang dewasa telanjang yang disebut melakukan pemeriksaan medis terhadap para murid yang juga telanjang.

Media lokal menyebut, anakanak itu tidak hanya dicabuli tapi juga diberi pilpil yang tidak jelas.

Pada Kamis (23/11) waktu setempat, para orang tua murid berkumpul di luar sekolah untuk meminta jawaban. Mereka mengatakan bahwa anakanak mereka memberikan keterangan serupa, yakni diberi pil tidak jelas dan dihukum dengan cara yang tidak biasa, berdiri telanjang di kelas.

TK yang tengah diselidiki itu dikelola oleh operator prasekolah RYB Education Inc. RYB mengelola jaringan lebih dari 1.300 pusat belajar dan bermain juga 500 TK untuk anakanak hingga usia 6 tahun, di sekitar 300 kota di China. Pihak pengelola telah menyampaikan permohonan maaf ke publik.

“Kami meminta maaf secara mendalam atas kekhawatiran serius yang dirasakan orang tua dan masyarakat terkait persoalan ini,” demikian pernyataan RYB.

“Kami saat ini bekerja bersama polisi untuk memberikan material pengawasan dan perlengkapan terkait, para guru yang diinterogasi telah dinonaktifkan dan kami bekerja sama dengan penyelidikan polisi,” imbuh pernyataan itu.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pendidikan China menyatakan telah memulai penyelidikan khusus terhadap pengelola sejumlah TK. Pihak kementerian juga memperingatkan institusi pendidikan nasional untuk waspada terhadap insiden serupa.