Polisi Bakal Tertibkan Penjual Paksa Bendera di Sukabumi

Jakarta Polsek Cikembar akan menertibkan penjual paksa bendera di ruas Jalan Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hal itu untuk merespon keluhan warga yang merasa terganggu dengan aksi jual paksa bendera merah putih oleh sejumlah pemuda.

Dalam keterangannya, Kapolsek Cikembar AKP Joko Supono mengaku sudah mengutus anggotanya untuk melakukan pengecekan ke lokasi yang disebut di media sosial. Ia mengaku anggotanya menemukan beberapa orang yang menjual bendera di jalan raya.

“Mereka mengaku menjual bendera itu adalah bagian dari aktivitas kepemudaan untuk perayaan 17 Agustus bulan depan. Saya juga memberikan peringatan agar mereka tidak menjual benderabendera itu secara paksa,” kata Joko kepada detikcom, sekitar Selasa (18/7/2017).

Joko meminta kepada pengguna jalan yang merasa dirugikan oleh aksiaksi penjualan paksa bendera itu untuk melaporkannya ke petugas kepolisian, selain bisa dianggap pemerasan aktivitas mereka juga tergolong aksi premanisme dan bisa ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Jangan takut, meskipun hanya Rp 5.000 bila kesannya memaksa itu tidak dibenarkan laporkan saja dan kita yang akan ambil tindakan. Karena dasar kita kan memang harus ada laporan,” lanjut dia.

Seperti diberitakan, aksi jual paksa bendera merah putih meresahkan pengguna jalan di Sukabumi, Jawa Barat. Mereka mencegat dan menghentikan kendaraan yang melintas di ruas jalan Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar. Satu bendera yang dipasang ditarif sebesar Rp 5000, para oknum penjual bendera ini terlihat sering bergerombol bersama rekanrekannya.

Peristiwa itu dialami Ryan Hidayatullah, warga Kecamatan Cicurug yang kebetulan melintas di ruas jalan Cibatu sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (17/7/2017). Ia yang saat itu sedang bersama sang ayah tibatiba kendaraannya dihentikan oleh salah seorang oknum penjual bendera yang langsung memasangkan bendera di besi spion kendaraannya.