Polisi akan Panggil Mahasiswi Undip Terlapor Kasus Status Medsos

Semarang Laporan dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang terhadap mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip berinisial DIK masih didalami polisi. Kedua belah pihak akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, mengatakan dirinya sudah meminta Kasat Reskrim Polrestabes Semarang untuk mendalami laporan tersebut dan segera ditindaklanjuti.

“Sudah saya komunikasikan ke Kasat Reskrim, akan didalami,” kata Abiyoso di kampus Udinus Semarang, Jumat (28/7/2017).

Sesuai dengan prosesnya, laporan yang dilakukan hari Senin (24/7) lalu sudah diterima. Proses selanjutnya yaitu meminta keterangan dengan memanggil kedua belah pihak.

“Ya, ya (dipanggil), pasti,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, dosen bernama Fahmi Arifan yang merupakan dosen Tehnik Kimia Undip menjadi dosen pembimbing untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Temanggung. Sedangkan DIK merupakan mahasiswi tingkat akhir yang harus sudah mengikuti KKN.

Menurut laporan yang dilakukan Fahmi, DIK meminta berbagai fasilitas seperti kamar berAC, wc duduk, wifi, dan lainnya. Jelas saja Fahmi menolak. Namun penolakan itu justru berujung pada tindakan DIK yang menulis status di berbagai media sosialnya yang menuduh Fahmi merupakan dosen cabul.

Jalan damai berusaha ditempuh dan DIK sudah meminta maaf kepada pihak kampus. Namun ketika diminta meminta maaf secara personal antara kedua belah pihak, ternyata DIK menolak.

Merasa namanya dicemarkan dan tidak ada permintaan maaf, Fahmi memutuskan untuk menempuh jalur hukum dan melaporkan DIK ke Mapolrestabes Semarang.