Pohon Tumbang Timpa Peziarah di Portugal, 13 Orang Tewas

Madeira Setidaknya 13 orang tewas dan 49 orang lainnya terluka akibat tertimpa pohon tumbang dalam sebuah upacara keagamaan di pulauMadeira, Portugal.

Sebuah video memperlihatkan pohon tersebut tumbang menimpa kerumunan umat yang tengah berkumpul di alunalun di pinggiran kota Funchal. Musibah ini menyebabkan kepanikan di antara orangorang yang terlibat dalam perayaan tersebut.

Dari 13 orang yang tewas, terdapat dua orang anak, sementara dari beberapa orang yang terluka terdapat sejumlah warga negara asing.

Berbagai laporan menyebutkan pohon yang tumbang tersebut adalah pohon oak yang berumur sekitar 200 tahun.

Bencana pohon tumbang tersebut terjadi di alunalun pinggiran kota utama, Funchal. 

Presiden Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa tiba di lokasi kejadian untuk menunjukkan duka cita, ketika otoritas pulau tersebut mengumumkan masa berkabung selama tiga hari.

Ia mengatakan kepada para wartawan bahwa “semua orang Portugal” ikut berduka atas apa yang terjadi di Madeira.

Marcelo dijadwalkan mengunjungi lokasi bencana serta sebuah rumah sakit.

Madeira, tempat berlibur yang terkenal di kalangan wisatawan Eropa, adalah pulau terbesar dari gugusan pulau di Samudra Atlantik.

Pohon sudah rapuh

Orangorang berkumpul di luar sebuah gereja di sebuah desa yang berlokasi di perbukitan kota itu untuk memperingati perayaan festival tahunan Katolik Roman Catholic Feast of the Assumption, yang berlangsung pada Selasa (15/8) dan merupakan hari libur.

Selain itu mereka memperingati festival Lady of the Mount yang merupakan perayaan terbesar di pulau tersebut.

Alunalun tempat berlangsungnya perayaan keagamaan tersebut dikelilingi pohonpohon besar. 

Menurut situs pemerintah daerah Funchal, pohon itu roboh pada tengah hari (pukul 11:00 GMT waktu setempat) di Fountain Square, di mana terdapat tempat suci umat Katolik dan monumen lainnya, yang dinaungi pohonpohon.

“Saya mendengar suara keras berdentum dan ketika saya melihatnya, pohon itu sudah tumbang. Namun itu berlangsung cepat dan orangorang mulai berlari. Dan mereka yang tidak bisa berlari terperangkap di bawah pohon,” kata seorang saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya.

“Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah kita lupakan,” ujar warga lainnya. “Suaranya terdengar seperti tembakan dan kami sempat menoleh lalu berlari saat kami menyadari ada orangorang terperangkap di bawah pohon itu.”

Presiden Portugal terbang ke pulau Madeira untuk mengunjungi lokasi musibah pohon tumbang. 

Para petugas layanan darurat memenuhi tempat setelah kecelakaan terjadi, untuk memberikan pertolongan kepada orangorang yang terluka.

Pedro Ramos, sekretaris kesehatan pemerintah daerah Madeira, mengatakan bahwa orangorang yang terluka merupakan warga Jerman, Hungaria dan Prancis, lapor situs berita Portugis Publico.

Para saksi yang dikutip oleh stasiun televisi Portugis RTP mengatakan, bahwa pohon yang tumbang itu sudah diikat selama dua tahun karena batang pohonnya sudah rapuh.

Orangorang menyalakan lilin sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban yang meninggal. 

Presiden de Sousa mengatakan bukan kapasitasnya untuk berpendapat mengenai tanggung jawab atas bencana tersebut karena ini adalah “masalah bagi pemerintah daerah”.

“Presiden menyampaikan rasa solidaritasnya untuk korban dan keluarganya,” katanya.

Festival tahun ini seharusnya lebih istimewa karena, situs berita Portugis Publico mencatat, acara tahun lalu harus dibatalkan karena kebakaran hutan.