Pidato Gus Ipul-Puti Diwarnai Aksi Protes Pendukung Khofifah

Pidato pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno di deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Provinsi Jatim, sempat diwarnai aksi protes dari pendukung Khofifah-Emil.

Acara yang digelar di halaman parkir Giant, Jalan Margorejo, Minggu (18/2/2018), KPU Jatim memberikan kesempatan masing-masing paslon, untuk memberikan pidato kampanyenya.

Khofifah-Emil yang mendapatkan nomor urut 1 ini menyapa pendukungnya terlebih dahulu. Berbagai program visi misinya sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim ditampilkan. Khofifah maupun Emil juga memberikan pidato kampanyenya. Tim dari Khofifah-Emil juga menampilkan berbagai atraksi kesenian.

Kemudian, paslon cagub cawagub Jatim nomor urut 2, Gus Ipul-Puti, mendapatkan giliran untuk menyapa pendukungnya. Sebelum naik ke panggung, berbagai atraksi kesenian seperti qasidah, tari-tarian, dan keseniannya lainnya.

Mereka juga menampilkan poster tentang program visi misinya sebagai calon gubernur dan Wakil gubernur di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Gus Ipul dan Puti pun naik ke panggung dan menyapa pendukungnya. Saat Gus Ipul menjelang akhir pidatonya, beberapa pendukung Khofifah-Emil sudah berteriak tentang durasi waktu. “Durasi”,” teriak beberapa pendukung Khofifah-Emil yang berada di tendanya.

Setelah Gus Ipul mengakhiri pidatonya. Giliran cawagub Puti menyapa pendukungnya.

Saat Puti pidato itu, pendukung dari Khofifah-Emil semakin kencang berteriak kepada panitia ntuk menghentikannya, karena dianggap sudah melebihi durasi.

“Hoi durasi,” teriak pendukung Khofifah.

Sebagian lagi berteriak, ‘Waktu sudah habis,” ujarnya.

Beberapa pendukung Gus Ipul-Puti yang mendatangi seragam PDI Perjuangan, mendatangi orang-orang yang berteriak, sambil memberikan kode jari telunjuk ditempelkan ke bibir (tanda diam). Namun, mereka tak dihiraukan pendukung Khofifah, yang tetap berteriak kepada panitia penyelenggara, waktunya sudah habis.

Untuk menghindari hal yang tidak inginkan, pendukung Gus Ipul-Puti yang memakai seragam PKB, mendatangi koleganya dari PDIP, agar kembali ke tendanya semula. Bahkan, Wisnu Sakti Buana-yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, mengajak kader PDIP lainnya, untuk kembali ke tendanya.

Meski sempat terjadi ketegangan, namun situasi deklarasi kampanye damai Pilgub Jatim itu berjalan lancar dan damai, tak sampai terjadi kontak fisik antar pendukung pasangan calon.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *