Pidato Berapi-api Soal Korut, Trump Sempat Promosikan Klub Golfnya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato keras dan berapiapi soal Korea Utara (Korut) di depan anggota parlemen Korea Selatan (Korsel). Namun ada satu momen yang cukup mengejutkan, yakni saat Trump membahas klub golf miliknya.

Dalam pidatonya di Majelis Nasional Korsel, Trump mengingatkan Korut untuk tidak meremehkan AS. Dia juga menyerukan aksi global untuk menghentikan Korut. Momen mengejutkan terjadi saat Trump mempromosikan klub golf miliknya.

Donald Trump saat pidato di hadapan parlemen Korsel
Seperti dilansir news.com.au, Rabu (8/11/2017), di selasela pidatonya, Trump tidak tahan untuk tidak membahas soal kejuaraan golf US Womens Open yang telah digelar di klub golf miliknya pada awal tahun ini.

“Faktanya dan Anda tahu apa yang akan saya katakan kompetisi golf AS Terbuka untuk pegolf wanita digelar tahun ini di Klub Golf Nasional Trump di Bedminster, New Jersey,” ucap Trump yang disambut tepuk tangan hadirin.

“Dan kejuaraan itu dimenangkan oleh seorang pegolf Korea yang hebat, SungHyun Park, dan delapan pemain teratas berasal dari Korea, dan empat pegolf teratas, nomor satu, dua, tiga, empat, empat teratas berasal dari Korea. Selamat,” imbuhnya.

Saat momen semacam itu terjadi, situasinya cenderung kikuk. Sebelumnya Trump telah dikritik oleh pakar etika karena dianggap gagal melepas asetasetnya dan malah memanfaatkan kepresidenannya untuk mempromosikan jaringan hotel dan klub golf miliknya.

Trump yang mantan bintang reality show ini biasa menggunakan golf sebagai metode untuk mengakrabkan diri. Saat berkunjung ke Jepang, Trump terlihat memberikan sapaan dengan menyatukan kepalan tangan kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat keduanya main golf bersama pada Minggu (5/10) lalu.

Donald Trump saat pidato di hadapan parlemen Korsel
Di depan anggota parlemen Korsel, Trump kembali memberikan peringatan kepada pemimpin Korut, Kim JongUn, dengan menyatakan AS tidak akan terintimidasi oleh rezim komunis, yang disebut sebagai negara berbahaya itu.

“Rezim (Korutred) telah menginterpretasikan sikap menahan diri Amerika di masa lalu sebagai kelemahan. Ini akan menjadi salah perhitungan yang fatal. Ini pemerintahan yang sangat berbeda dengan yang dimiliki Amerika Serikat sebelumnya,” tegas Trump.

“Hari ini, saya harap saya berbicara tidak hanya untuk negara kami, tapi untuk semua negara beradab ketika saya mengatakan kepada Korea Utara: Jangan meremehkan kami dan jangan cobacoba terhadap kami. Kami akan mempertahankan keamanan, kemakmuran bersama dan kebebasan kami yang sakral,” imbuhnya.