Perusahaan Farmasi di Semarang akan Laporkan Pemalsu Obat

Obat Carnophen palsu dengan tulisan “Zenith” pada tiap tabletnya beredar di pasaran. Padahal obat itu sudah ditarik peredarannya, tidak diproduksi lagi dan dilarang oleh BPOM sejak lama.

Itu adalah obat palsu. Obat tersebut juga bukan buatan PT Zenith Pharmaceutical. Karena merasa dirugikan, pihak perusahaan kini menyiapkan langkah hukum agar pemalsu segera ditindak.

Polisi telah menggerebek sebuah ruko di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada hari Senin (9/10/2017)lalu. Di sana ternyata disimpan jutaan butir obat Carnophen palsu yang biasa disalahgunakan.

Plant Manager PT Zenith Pharmaceutical, Agus Sidharta menegaskan pabriknya sudah tidak memperoduksi Carnophen sejak tahun 2009 karena memang dilarang. Dipastikan obat yang beredar saat ini palsu dan kandungannya pun sudah dimodifikasi.

“Sejak tahun 2009 izin edar obat merek Carnophen sudah kita kembalikan ke Badan POM pada tanggal 10 November 2009 sebagaimana surat dari Badan POM No: PO.02.01.1.31.3997 dan HK.00.05.1.31.3996 dan peredaran obat merek Carnophen di pasaran sudah kami lakukan penarikan pada tanggal 27 Oktober 2009,” kata Agus saat ditemui di kantornya, kawasan Industri Tambakaji Semarang, Senin (16/10/2017).

Sejak saat itu Carnophen buatan PT Zenith Pharmaceutical sudah tidak diproduksi sama sekali. Langkah sosialisasi hingga pemusnahan bahan baku Carnophen pun dilakukan bersama pihak terkait antara lain BPOM.

“Penarikan obat dilakukan karena ada penyalahgunaan di pasar. Sebenarnya Carnophen sudah 22 tahun beredar, tenangtenang saja. Tapi ya karena perkembangan akhirnya dilarang,” kata Agus.

Dia mengatakan saat ini ada produk ilegal bermerek Carnophen dengan tablet bertuliskan Zenith beredar untuk disalahgunakan. Carnophen memang sudah cukup dikenal untuk mengobati masalah otot dan masuk obat daftar G.

“Yang beredar itu sudah tanpa kemasan, jadi cuma tablet yang ada tulisannya Zenith,” Manajer PT Zenith Pharmaceuticals, Andre Widjajanto.

Akibat masih maraknya Carnophen palsu yang beredar itu, PT Zenith Pharmaceutical sampai mengganti identitas pada tablet obatnya yang tadinya bertuliskan Zenith, sekarang hanya inisial ZN.

“Sudah sejak 2015 diganti ZN. Yang dipalsukan itu tulisannya masih Zenith,” tandas Andre.

Langkah pengaduan kepada kepolisian sudah dilakukan. Berikutnya perusahaan akan melaporkan resmi pemalsu obat tersebut. Manager General Affair

Related Post