Perusahaan AS Jajaki Investasi Bangun Tempat Wisata di Boyolali

Yogyakarta Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah menjadi lokasi yang dilirik perusahaan asal Amerika Serikat untuk menanamkan investasi. Perusahaan asal AS, Stern Resources, akan menanamkan investasinya dengan membangun tempat wisata di kawasan lereng Gunung Merapi dan Merbabu tersebut.

CEO Stern Resources, Hartadinata Harianto, mengatakan rencana investasi di Boyolali cukup serius. Apalagi pemerintah setempat dinilai memiliki komitmen yang bagus untuk investasi.

“Besok pagi (Rabu), akan melakukan penjajagan area di Boyolali. Ini pertamakali untuk melihat. Kita merasa Pemerintah Boyolali komitmen dan tepat untuk dibangun,”kata Harianto, saat melakukan pertemuan di Hotel Mutiara, Yogyakarta, Selasa (1/8/2017) malam.

Saat ini, mereka masih dalam tahap penjajagan sehingga belum memastikan pada satu proyek yang akan dibangun. Tetapi mereka menganggap Boyolali memiliki kondisi pasar serta suplay and demand yang bagus.

Soal berapa dana yang akan di investasikan, hal ini belum dapat dipastikan. Karena masih dalam tahap survey lokasi. Berapa besar dana akan sangat tergantung dengan kondisi marketnya. Selain di Boyolali, Stern Resources juga melirik sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Bali untuk investasinya.

Sementara itu, Kaprodi Magister Teknik Sistem Universitas Gadjah Mada (UGM), Arif Kusumawanto, sebagai pendamping Pemkab Boyolali dalam melakukan kajian mengatakan bahwa Pemkab Boyolali sudah menyiapkan lahan seluas 100 hektar untuk penanaman investasi.

“Ideide yang muncul diantaranya membangun tempat wisata misal membuat miniatur kerajaan Nuswantoro yang jumlahnya 360. Selain menjadi tempat wisata sejarah juga disediakan tempat bermain,” kata Arif di tempat yang sama.

Kerajaan Nuswantoro ini merupakan miniatur kerajaankerajaan di seluruh di Indonesia.

Selain itu juga ada idea membangun pusat grosir bertaraf internasional, membangun bandara komersial untuk mengembangkan perekonomian, serta jaringan tol yang akan menghubungkan tempattempat seperti ke Yogya.

“Nanti ditawarkan ke investor siapa yang berminat. Komunikasi dengan pemerintah pusat tetap dilakukan,” katanya.