Persiapan Haji, 33 Jemaah Sakit Dievakuasi dari Madinah ke Mekah

Madinah Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Madinah mulai mengevakuasi jemaah yang sakit ke Mekah. Sejak Rabu (9/8) hingga hari ini, total 33 jemaah sudah digeser ke Mekah.

“Tadi pagi, tiga orang kami berangkatkan (ke Mekah). Siang ini rencananya dua orang,” kata dokter KKHI, Tia Astriani, yang ditemui di klinik, Rabu (16/8/2017) sekitar pukul 11.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dengan 3 ambulans, dalam sehari, KKHI bisa mengevakuasi 49 jemaah. Satu ambulans bisa mengangkut 23 jemaah. Para jemaah dievakuasi dengan didampingi satu dokter dan satu perawat. Ada yang dibawa ke KKHI Daker Mekah, ada yang dikembalikan ke kelompok terbang. Targetnya pada tanggal 19 Agustus, semua jemaah yang sakit di Madinah bisa digeser ke Mekah. Jika tak bisa, maka prosesi hajinya akan dibadalkan atau diwakilkan.

“Sampai hari ini, kami sudah 17 kali melakukan evakuasi jemaah sakit. Total jemaah berjumlah 33 orang,” kata Tia.

Seksi Bimbingan Ibadah dan dokter berbincang dengan jemaah yang masih dirawat di KKHI Madinah Foto: Triono Wahyu Sudibyodetikcom
Dalam kondisi seperti apa jemaah yang sakit bisa dievakuasi ke Mekah? Tia menjelaskan jika jemaah sudah bisa mampu dibawa menempuh perjalanan jauh, maka akan diberangkatkan. “Yang penting transportable,” jelas dokter RSUD Serang ini.

Tak ada kendala berarti dalam evakuasi jemaah sakit. Hanya saja, kadang ada jemaah yang terkendal dokumen. Paspor sudah dibawa ke Mekah, sedangkan jemaah masih dalam perawatan di Mekah.

“Ada 4 orang yang harus dievakuasi tapi belum bisa karena paspornya berada di Mekah,” katanya.

Jemaah yang akan masuk Mekah memang diharuskan membawa dokumen seperti paspor dan visa. Jemaah juga harus berihram. Karena itu, KKHI bekerja sama dengan Bimbingan Ibadah dan Pelayanan Ibadah Jemaah Uzur Daker Madinah.

“Satu kali kami besuk jemaah sakit. Selain memotivasi, juga mempersiapkan mereka yang akan dievakuasi,” kata Seksi Bimbingan Ibadah dan Pelayanan Ibadah Jemaah Umur, Bambang Hari, usai memberikan bimbingan ibadah di KKHI.

Di klinik maupun rumah sakit, Bambang dan tim Bimbingan Ibadah menyapa jemaah, menanyakan kondisi kesehatan, hingga ibadah. Ratarata jemaah tetap menjalankan salat 5 waktu sesuai kemampuan.

Puncak haji diperkirakan digelar pada akhir Agustus. Jemaah di Madinah yang berjumlah 102 ribu orang sudah mulai digeser ke Mekah sejak 6 Agustus. Sampai saat ini, proses itu masih berlangsung. Seluruh jemaah akan berkumpul di Padang Arafah dan menjalani serangkaian tahapan untuk menyempurnakan ibadah hajinya.