Perjuangan Petani di Blitar Obatkan Anaknya yang Sakit Leukemia

Moch Ridwan Ibnu Akbar (7), harus digendong orangtuanya dengan berjalan kaki sejauh 15 km untuk bisa berobat. Satu-satunya sepeda motor yang sempat dimiliki, harus dijual untuk menutup biaya pengobatan penyakit leukemia atau kanker darah yang diderita Akbar.

“Kalau pas ada tetangga yang bisa mengantar pakai motor ya mereka pasti nolong. Tapi kalau pas ngedropnya malam, saya sungkan mau minta tolong,” ungkap Timbul saat ditemui detikcom di rumahnya, Sabtu (15/7/2017).

Bapak dan ibunya itu dengan jalan kaki bergantian menggendong Akbar menuju Terminal Bus Patria di Blitar. Akbar memang rutin harus menjalani terapi di Malang.

“Saya sama ibunya terpaksa gantian menggendong. Kami jalan kaki sampai jembatan Kademangan sejauh 7 kilometer untuk naik ojek ke terminal. Kalau pas gak ada ojek ya jalan kaki sampai terminal,” terang Timbul yang sehari-hari bertani ini.

Perjuangan warga Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar ini telah berlangsung lebih dari setahun. Setelah divonis menderita leukemia dan pembengkakan kelenjar getah bening, Akbar harus rutin kontrol ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA ) di Kota Malang.

“Yang bisa nangani Malang, bulan kemarin dites lagi kata dokternya harus dikemoterapi lagi biar akarnya penyakit mati semua,” ungkap Timbul yang menggarap sawah milik ibunya itu.

Selain menjalani terapi kemo, Akbar juga selalu mendapat tambahan darah. Kondisinya yang setiap saat melemah, membuat anak kedua pasangan Timbul Aril Nurutin (42) ini putus sekolah.

“Ya sejak mau naik TK nol besar itu sampai sekarang gak bisa sekolah. Waktu itu umur 5 tahun, suatu malam badannya panas. Ada tiga benjolan di leher kanannya, kalau dielus saja katanya sakit,” kenang Timbul.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *