Perjuangan Guru Honorer di Cianjur Naik Perahu Bocor untuk Mengajar

Cianjur Upah Rp 200 ribu per bulan tak menyurutkan semangat Dodi Riana (35) dan Mulyana (33) untuk mengajar. Mereka bahkan harus menumpang perahu bocor untuk tiba di sekolah.

Kedua bersaudara ini berstatus honorer di SDN Jaya Mekar, Kampung Bantaka, Desa Muara Cikadu, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat. Akses jalan menuju sekolah sangat jauh dari kata layak, selain rusak bila hujan lebat jembatan penghubung antara sekolah dan perkampungan terputus, jika hal itu terjadi Dodi dan Mulyana terpaksa harus melintasi Sungai Cisadea dengan menaiki perahu.

“Naik perahu milik warga buat nyebrang, itu perahunya enggak sembarangan, harus sambil pegang ember karena perahunya bocor. Lebar sungai antara 70 sampai 100 meter,” kata Mulyana, saat dihubungi detikcom melalui telepon selulernya Senin (7/8/2017) sore.

Meski kondisi begitu, tak menyurutkan semangat Mulyana. Ada 97 siswa di SDN Jaya Mekar yang menantinya untuk mendapat ilmu. Di sekolah tersebut sebetulnya ada 7 orang guru, namun tidak setiap hari seluruh guru itu mengajar.

“Dari kelas satu sampai kelas enam itu ada 97 murid. Kadang saya dan Pak Dodi mengajar di dua kelas. Kelas 1 sampai 3 saya yang ngajar kemudian kelas 4 sampai 6 Pak Dodi. Karena guru yang lain jarang masuk, statusnya samasama guru bantu karena yang PNS hanya Kepala Sekolah,” lanjutnya.

Dihubungi terpisah, Dodi membenarkan informasi yang diberikan sepupunya itu. Menurutnya keinginan untuk mengajar mengalahkan medan sulit yang harus dilalui menuju sekolah.

Meski digaji Rp 200 ribu perbulan yang dibayarkan tiap 6 bulan sekali,Dodi maupun Mulyana tak pernah merasa kekurangan, keduanya meyakini akan ada jalan bagi mereka yang tulus mengabdi kepada masyarakat.

“Yang kasih rezeki itu Allah, bukan dinas, bukan kepala sekolah. Saya percaya rezeki itu gak akan kemanamana, kalau saya pribadi awalnya karena sudah tidak ada pilihan pekerjaan lain meski sarjana di Universitas Terbuka (UT) Pendidikan Guru SD, cuma ada kesempatan jadi honorer,” lirihnya.

Mulyana dan Dodi telah mengajar selama 12 tahun di SDN Jaya Mekar, Mulyana sedikit terbantu dengan aktivitas istrinya yang membuka warung kecilkecilan. Sementara Dodi sepulang mengajar menggarap lahan pertanian milik orang tuanya.