Perekrutan Geng Motor di Sukabumi Digagalkan Petugas

Aparat kepolisian dari Polres Sukabumi Kota dan Kodim 0607 Sukabumi berhasil menggagalkan perekrutan anggota Kelompok Bermotor di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (23/12/2017) malam tadi. Belasan senjata tajam, atribut dan botol minuman keras berhasil disita aparat gabungan.

Sebanyak 41 anggota geng motor digiring petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dari tangan mereka polisi juga menemukan puluhan formulir pendaftaran untuk menjadi anggota baru.

“Personel gabungan TNI-Polri malam tadi berhasil mengamankan 39 orang anggota Brigez dan 3 orang anggota GBR. Selain senjata tajam dan botol minuman keras kita juga menemukan formulir perekrutan baru anggota geng motor tersebut,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo didampingi Dandim 0607 Letkol Inf M Mahfud, kepada detikcom usai melakukan rilis di Tugu Adipura, Jalan Perintis Kemerdekaan, Minggu (24/12/2017).

Susatyo menjelaskan, mereka diamankan saat tengah bergerombol di Pasar Pelita, Jalan Tipar. Patroli gabungan yang tengah melakukan operasi keliling langsung melakukan penyergapan.

“Bisa kita bayangkan alurnya ini perekrutan baru, ditemukan senjata tajam dan minuman keras. Jika tidak terdeteksi bisa saja mereka melakukan aksi-aksi kekerasan yang meresahkan masyarakat malam tadi,” lanjut Susatyo.

Dengan adanya deteksi dini dan pengungkapan ini Susatyo menegaskan jika TNI dan Polri ingin menunjukan kepada masyarakat keseriusan dalam menghantam aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.

“Kita ingin menunjukan kepada masyarakat jika kami serius, terlebih menjelang perayaan pergantian tahun. Kita konsisten melakukan deteksi dini dan pencegahan sebelum aksi-aksi kejahatan seperti terjadi di tengah masyarakat,” ungkap Susatyo.

Dari 41 orang yang diamankan 10 diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka masing-masing berinisial HDT (18), RP (25), RSF (17), PS (18), IMR (17), MFR (17), DJ (15), DK (25), HFR (25) dan RML (22).

“Kita akan berikan hukuman maksimal, dijerat dengan undang-undang darurat ancamannya diatas 10 tahun. Dengan hukuman berat tentunya akan menjadi efek jera bagi mereka dan menciptakan rasa tenang dan aman di masyarakat,” pungkas Susatyo.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *