Perajin Pernik Natal Kebanjiran Order

Menjelang perayaan Hari Natal perajin aneka pernak pernik Natal di Kabupaten Kediri kebanjiran order. Permintaan meningkat hingga 100 persen lebih dibanding tahun lalu.

Adalah Anamaria Hening Puspasari (40), pemilik Ning Craft, salah seorang warga Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Ibu 3 anak ini sudah 2 tahun lebih menjalankan usaha kerajianan pernik Natal.

Menurut ibu rumah tangga yang akrab dipanggil Ning ini, permintaan pesanan pernik Natalnya meningkat sejak Oktober. Order yang diterima mulai dari Surabaya, Bali maupun Jakarta.

“Sudah sejak Oktober kemarin order banyak dari Surabaya, Bali bahkan Jakarta untuk perniknya,” kata Ning kepada detikcom di rumahnya, Kamis (7/12/2017).

Meningkatnya order pesanan, menurut Ning, karena tahun ini dirinya memanfaatkan sosial media untuk menawarkan hasil kerjanya. Sehingga lebih banyak pelanggan yang mengetahui dan memesan produknya.

Pembuatan pernik natal

Jika natal tahun lalu Ning mampu menjual 7.500 buah aneka jenis pernik dengan omset penjualan Rp 25 juta, tahun ini diperkirakan omset penjual naik mencapai Rp 50 juta.

“Tahun lalu saya menjual 7.500 buah berbagai macam jenis pernik dan bersyukur omsetnya Rp 25 Juta. Dan tahun ini naik dua kali lipatnya, semua karena saya menggunakan sosial media dalam promosi,” jelas Ning.

Ning mengaku kliennya berasal dari toko dan gereja di sekitar Kediri. Bersama 12 ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar rumahnya, Ning membuat lebih pernik 10 jenis. Mulai dari salib, boneka santa, bando tanduk rusa hingga hiasan pintu dan kaos kaki yang biasa digantungkan di pohon natal.

“Saya buat berbagai macam jenia hiasan pernik Natal, mulai dari kaos kaki kecil, boneka santa, hingga hiasan pohon natal dan biasanya ini nanti terus hingga akhir tahun,” imbuh Ning.

Sementara puncak permintaan pernak pernik natal ini diperkirakan terjadi 1 minggu sebelum hari H peringatan Natal, 25 Desember. Bahkan permintaan pernak pernik Natal ini terus mengalir hingga menjelang tahun baru.