Peradaban Medang di Jawa Tengah Telah Berusia 1285 Tahun

Peradaban Medang banyak ditemukan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Salah satunya adalah Candi Borobudur dan Prambanan. Selain itu ada ratusan candi dan artefak ditinggalkan dari peradaban Medang tersebut yang tersebar di berbagai tempat.

Dua candi besar seperti Candi Borobudur dan Prambanan itu telah diakui oleh Unesco sebagai warisan budaya dunia di tahun 1991.

Namun saat ini tidak banyak masyarakat mengetahui kebesaran peradaban Medang, sehingga tidak banyak yang berupaya melindungi dan melestarikan peninggalannya. Oleh sebab itu, perlu ada gerakan sosialisasi dan penyuluhan untuk menyadarkan masyarakat.

“Peradaban Medang ini sudah berusia lebih dari 1.200 tahun. Kami ingin memperingati 1.285 tahun berdirinya kerajaan Medang dengan acara seminar Peran Medang Dalam Perjalanan Sejarah Nusantara,” ungkap Ketua Medang Heritage Society (MHS), Budiono Santoso.

Menurut dia, peradaban Medang yang tersebar di Jawa Tengah.
Medang sebagai kerajaan kuno di Jawa Tengah didirikan Raka I Mataram Sang Ratu Sanjaya, pada tanggal 6 Oktober 732 Masehi.

“Peradaban Medang ini meninggalkan berbagai peninggalan arsitektur kuna,kurang lebih 150 candi berbagai ukuran tersebar di wilayah Kedu hingga Yogyakarta,” Budiono di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (5/10/2017).

Selain peninggalan fisik lanjut dia, peradaban Medang juga meninggalkan warisan non fisik. Seperti sistem tata sosial, pemerintahan, pertanian, irigasi, kesejahteraan, arsitektur, teknologi, ilmu pengetahuan dan sistem hari pasaran serta peramalan iklim.

“Di tahun 2017 ini itu bertepatan 1285 tahun peringatan berdirinya kerajaan Medang. Ini adalah momentum penting untuk menggali dan mengingatkan kembali kebesaran peradaban Medang dan peranannya dalam perjalanan sejarah Nusantara,” katanya.