Penyandang Disabilitas di Banyuwangi Bisa Jadi Pegawai Pemerintah

Pemkab Banyuwangi memberikan jaminan bagi para penyandang disabilitas untuk bisa menjadi pegawai pemerintah. Ini sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perlindungan dan Pemenuhan HakHak Penyandang Disabilitas.

Perda tersebut berisi jaminan perlindungan dan pemenuhan hak disabilitas bagi warga disabilitas daerah.

“Salah satu hal penting dalam Perda tersebut adalah adanya ketentuan alokasi karyawan penyandang disabilitas pada instansi pemerintahan di Banyuwangi sebesar 2 persen. Maka pada tahun mendatang penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama dengan orangorang lainnya untuk bekerja di pemerintahan. Iki hadiah kami bagi penyandang disabilitas di Hari Disabilitas Internasional,” kata Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Rabu (6/12/2017).

Yusuf melanjutkan adanya Perda tersebut, sebagi bentuk komitmen Pemkab Banyuwangi untuk memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas. Karena mereka juga banyak yang memiliki keahlian maupun ketrampilan yang bisa diandalkan.

“Ini sebagai komitmen Pemda untuk memberikan kesempatan yang sama. Tidak lantas kekurangan fisik menjadi penghalang seseorang untuk mendapatkan haknya untuk bekerja,” terang Yusuf.

Akan tetapi, meski telah diatur, menurut Yusuf, asas profesionalitas tetap dijunjung. “Tentu saja, pekerjaannya disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan para penyandang disabilitas. Jika memang punya kemampuan, tidak boleh ada diskriminasi,” tegasnya.

Selain itu, ada kabar bahagia lainnya bagi para penyandang disabilitas di Banyuwangi. Melalui Dinas Pariwisata, Pemkab Banyuwangi menggratiskan tiket masuk bagi para penyandang di semua destinasi wisata di Banyuwangi.

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Banyuwangi Wasis mengatakan pihaknya senang dan mengapresiasi langkah Pemkab Banyuwangi memberikan jatah mengisi dua persen tenaga kerja di lingkungan pemerintahan.

“Kami senang diberi kesempatan, asalkan pekerjaan yang diberikan sesuai dengan kemampuan kawankawan kami,” kata Wasis.

Dia mengatakan dari 250 anggota PPDI Banyuwangi, Banyak yang telah menjadi sarjana atau terlatih dalam kemampuankemampuan tertentu. Misalnya pengoperasian komputer, baik pengetikan atau desain grafis, perbaikan perangkat elektronik, bahkan perbaikan telepon genggam.

“Insyaallah nanti kawankawan sudah siap dipekerjakan. Kami harap disesuaikan dengan kemampuannya, kalau sarjana pendidikan bisa di sekolah, kalau sarjana sosial mungkin bisa di Dinas Sosial Banyuwangi,” kata Wasis lagi.