Penjelasan Menag soal Katering Basi untuk Jemaah Haji

Jakarta Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin angkat bicara tentang makanan basi yang nyaris dibagikan kepada jemaah haji Indonesia. Dia mengatakan makanan itu belum sampai disantap jemaah dan penyedia katering siap mengganti.

“Saya ingin klarifikasi tidak ada satu pun jemaah mengeluhkan makanan basi. Justru petugas kami deteksi dini. Petugas kami menemui beberapa kemasan basi,” kata Menag di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017).

Menurut Menag, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) langsung melaporkan masalah ini kepada perusahaan katering. Perusahaan katering akhirnya bersedia mengganti semua makanan basi tersebut. “Pihak katering bersedia mengganti dengan yang baru dan belum sampai ke jemaah,” ujar Menag.

PT Bahar Harr ditegur petugas PPIH karena menyajikan makanan basi kepada jemaah Indonesia. Beruntung, makanan tersebut belum sempat dibagikan sehingga tak berdampak lebih buruk.
Pemilik PT Bahar Harr, Usman bin Rasyid, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah cepat setelah mendapat masukan dari PPIH Daker Madinah. Dia mengakui pekerjanya belum terlalu menguasai cara memasak dan mengemas makanan.

Sementara itu, Kepala Seksi Katering Daerah Kerja (Daker) Madinah Iin Kurniawati mengatakan saat ini pihaknya memberikan teguran pertama. Jika kejadian itu terulang atau PT Bahar Harr melakukan kesalahan, kontraknya bisa diputus. “Sekarang teguran pertama untuk persoalan basi. Jika ada kejadian lagi, bisa kita putus kontraknya.” kata Iin saat melakukan sidak ke PT Bahar Harr bersama Pengawas Katering Daker Madinah Irfansyah dan beberapa anggota tim katering, Senin (14/8).