Pengedar Sabu Ini Sembunyikan Barangnya di Kandang Kambing

Semarang Polsek Semarang Utara membekuk 3 pria terkait peredaran sabu. Mereka menyimpan sabu dagangannya di kandang kambing milik tetangga agar tidak ketahuan.

Tiga orang yang ditangkap yaitu Slamet Riyadi alias Mamex dan Heri Listyanto yang merupakan warga Brotojoyo Dalam II, Semarang Utara serta Muhammad Zakaria warga Perbalan Purwosari, Semarang Utara.

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Ari Nur Cahyo mengatakan, penangkapan dilakukan petugas unit Reskrim Polsek Utara hari Sabtu (19/8) lalu sekitar pukul 02.00 WIB setelah mendapat informasi warga ada aktifitas mencurigakan.

“Di lokasi ada tiga pria serta tiga alat hisap sabu dan juga plastik bekas sabu, masih ada sisa,” kata Ari di Mapolsek Semarang Utara, Selasa (22/8/2017).

Salah satu pelaku yaitu Mamex diminta polisi menunjukkan tempat penyimpanan sabu. Ternyata sabu disimpan di tetangganya, tepatnya di kandang kambing.

“Sabu itu disimpan di kandang kambing rumah tetangganya,” pungkasnya.

Dari penangkapan tersebut diamankan berbagai barang bukti mulai dari sabu sekitar 20 gram, alat hisap, dan timbangan elektronik. Para pelaku dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Undangundang RI nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Sementara itu Mamex mengaku awalnya sebagai pengguna narkoba sejak tahun lalu. Kemudian 3 bulan terakhir dia cobacoba mengedarkannya. Pembuat tato itu menjual sabu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Saya kepepet kebutuhan ekonomi,” tandas Mamex.

Ia membeli sabu dari orang yang dikenal dari saudaranya. Namun komunikasi hanya dilakukan via telepon dan barang diambil sesuai alamat yang dijanjikan seperti di bawah tiang listrik atau pohon.

Sekali beli, Mamex meminta 30 sampai 26 gram seharga Rp 20 juta. Uniknya pembayaran bisa dicicil. Setelah itu ia menempatkan sabu di paket kecil dan diedarkan ke orang lain dengan cara yang sama yaitu melalui alamat yang ditentukan.

“Uangnya ditransfer. Saya jualnya juga pakai cara yang sama,” pungkas Mamex.

Kini ketiga orang itu mendekam di sel Polsek Semarang Utara untuk menunggu proses hukum lebih lanjut. Sedangkan kepolisian masih menyelidiki siapa yang menjual barang ke Mamex.