Pengadilan AS Setujui Dakwaan Pertama soal Dugaan Intervensi Rusia

Seorang dewan juri dari pengadilan di Washington DC menyetujui dakwaan pertama dalam rangkaian penyelidikan dugaan intervensi Rusia terhadap pemilihan presiden (pilpres) 2016 lalu. Namun siapa yang dijerat dakwaan ini belum diungkap ke publik.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (28/10/2017), informasi soal dakwaan pertama dalam rangkaian penyelidikan yang dipimpin jaksa independen Robert Mueller, yang mantan Direktur FBI ini pertama dilaporkan media ternama AS, CNN, dengan mengutip sejumlah sumber yang memahami kasus ini.

Disetujuinya penjeratan dakwaan oleh dewan juri (grand jury) pengadilan Washington DC ini menandai langkah besar dalam penyelidikan terhadap dugaan keterkaitan tim kampanye Presiden AS Donald Trump dengan Rusia. Namun sayangnya, rincian soal dakwaan itu masih belum jelas.

CNN melaporkan, seorang hakim federal AS memerintahkan agar dokumen dakwaan itu tetap disegel. Dengan demikian, belum bisa diketahui pasti dakwaan apa yang dijeratkan dan siapa yang terjerat dakwaan itu.

Namun disebutkan oleh CNN bahwa pihak yang dijerat dakwaan bisa langsung ditahan paling cepat pada Senin (30/10) lusa. Saat dihubungi AFP, baik kantor Mueller maupun Departemen Kehakiman AS menolak mengomentari laporan CNN ini.

Mueller yang menjabat Direktur FBI periode 20012013 ini ditunjuk memimpin penyelidikan dugaan intervensi Rusia dalam pilpres AS, sejak Mei lalu. Penunjukan ini dilakukan oleh Departemen Kehakiman AS, sesaat setelah Direktur FBI James Comey dipecat Trump.

Fakta bahwa Mueller menunjuk dewan juri federal untuk menyelidiki dugaan intervensi Rusia, dipandang sebagai langkah maju terhadap penjeratan dakwaan kriminal dalam kasus ini.

Trump sendiri tidak dituding melakukan pelanggaran hukum terkait kasus ini. Namun tindakannya memecat Comey secara mendadak pada Mei lalu, dilaporkan menjadi salah satu yang mungkin ikut diselidiki penyidik.

Tidak hanya itu, pertemuan putra tertua Trump, Donald Trump Jr, dengan seorang pengacara terkait otoritas Rusia semasa kampanye pilpres dan rentetan pertemuan Trump dengan para pejabat Rusia di Gedung Putih juga mungkin ikut diselidiki.

Tim penyidik yang dipimpin Mueller juga mempersoalkan praktik lobi asing yang dilakukan mantan ketua kampanye Trump, Paul Manafort dan mantan penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Michael Flynn.