Penemu Fosil di Ngawi Minta Uang Lelah, Ini Kata Kadispora

Petani penemu fosil gajah purba di Dusun Grudo Desa Rejuno Kecamatan Karangjati Ngawi berharap ada uang ganti rugi atau uang lelah. Seperti apa tanggapan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Ngawi?

Selama ini pihak Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) kabupaten Ngawi belum memiliki ketentuan, perihal jasa bagi warga yang menemukan benda berharga. Sehingga permintaan petani belum bisa dikabulkan.

“Sampai saat ini kami belum ada anggaran atau ketentuan pemberian uang lelah, bagi yang menemukan. Tapi tetap kami koordinasikan dengan pak Bupati, seperti apa mekanismenya,” jelas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Rahmad Didik Purwanto saat dihubungi detikcom, Jumat (30/3/2018).

Fosil kaki gajah temuan petani di lahan perhutani, kata Didik, bisa dibawa ke museum trinil. Namun lanjut Didik pihak Dispora Ngawi masih berkoordiasi dengan pihak Kepala Perhutani Kawasan Pemangkuan Hutan KPH Saradan di kota Madiun.

“Bisa ditempatkan di Museum Trinil bantinya untuk menambah koleksi. Tapi insyaallah Senin nanti saya suruh Kabid Budaya ke kantor KPH Saradan di Kota Madiun, kan kantornya di Madiun untuk membicarakan masalah ini,” tuturnya.

Sarno (45), petani penemu fosil gajah purba, di Desa Dusun Grudo Desa Rejuno Kecamatan Karangjati Ngawi berharap ada uang ganti rugi atau uang lelah karena tulang temuannya dibawa BPCB Trowulan Jawa Timur untuk menambah koleksi Museum Trinil.

Meski tidak menyebutkan nilai tertentu, Sarno mengungkapkan, selain uang lelah, saat ini kondisi sebagian tanaman kacang tanahnya rusak terinjak-injak oleh pengunjung yang penasaran ingin melihat lokasi penemuan.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *