Pemkot Surabaya Siapkan Rp 18 Miliar untuk Sewa Lahan Jalur Trem

Usai mengalihkan pembiayaan proyek trem dengan dana swasta, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan rencana lelang dengan melibatkan akademisi dan lembaga tertentu.

Anggaran Rp 18 miliar disiapkan untuk mengantisipasi sewa lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) jika BUMN ini tak mau lagi bekerjasama untuk trem.

“Saya akan bicara dulu dengan KAI, kita akan bicara dulu bagaimana kelanjutannya. Kalau KAI masih sepakat dengan kerjasama, maka kita akan lakukan skema yang sama halya dengan lelang sendiri. Kami sudah mengontak perguran tinggi dan ahli untuk duduk bersama lagi,” kata Wali Kota Tri Rismaharini di ruang kerjanya, Senin (2/10/2017).

Jika pembahasan dengan PT KAI mengalami jalan buntu atau tidak mau lagi bekerjasama proyek trem maka Pemkot Surabaya akan menyiapkan anggaran belasan miliar untuk sewa lahan yang akan dilalui trem.

Namun Risma berharap PT KAI tetap mau bekerjasama dengan harapan operasional trem dilakukan oleh perusahaan BUMN ini.

“Kerjasama tidak hanya pengadaan lahan tapi juga operasional, kami harap KAI di situ. Harapan kami operasionalnya kita berikan ke KAI karena tidak familier, tidak kompeten daripada dipaksakan kita tidak mengerti,” harap Risma.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini pun mentarget Frontage Road selesai 2019 sehingga dilanjutkan pembangunan Jembatan Joyoboyo sebagai penunjang angkutan dari Bundaran Waru menuju ke dalam kota.

“Feedernya dari Cito, Dishub kantornya (Kantor UPT Joyoboyo) tak pindah dan tak jadikan terminal bus untuk buat dua jalur dari Cito untuk busway berhenti di Joyoboyo lalu ke kota naik trem. Nanti di kantor Dishub tak jadikan Park and Ride, tapi ini masih ide dan akan konsultasi dengan ahli,” pungkas Risma.

Related Post