Pemkab Bandung dan Perhutani Janji Tuntaskan Masalah Lahan Kritis

Kabupaten Bandung Beberapa waktu lalu Satreskrim Polres Bandung meninjau lahan milik Perhutani di Blok Waas Dewata, Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang beralih fungsi. Polisi mencatat dari luas lahan hutan lindung 127 hektare, sekitar 116 hektare beralih fungsi menjadi lahan pertanian sayuran yang digarap 300 petani.

Menyikapi permasalahan tersebut, Pemkab Bandung dan Perhutani Jabar Banten berjanji menuntaskan permasalahan lahan kritis. “Kami lakukan kerja sama antara Pemkab Bandung dan Perhutani Jabar Banten terkait ada lahan kritis yang harus samasama dikelola. Karena yang merusak hutan rakyat Kabupaten Bandung,” kata Bupati Bandung Dadang M Naser kepada wartawan di Rumah Jabatan Bupati, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (15/8/2017).

Dadang meminta warganya yang merusak hutan di Kabupaten Bandung untuk segera turun gunung. Selain itu, warga harus selalu menumbuhkan kesadaran dalam menjaga kelestarian hutan .

Ia berujar, alih fungsi lahan tersebut terjadi di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang berada di kawasan Kertasari dan Ciwidey. Pemkab Bandung tengah mencari strategi agar produksi kentang di Kabupaten Bandung tetap bagus tanpa membuka lahan baru.

“Ada sistem cocovit yang sudah dikembangkan di Korea, mudahmudahan ini bisa dikembangkan di daerah kita. Sekarang sedang uji coba di Pangalengan pola penanaman tersebut dan tumpang sari. Tumpang sari yang boleh dilakukan di ketinggian 40 derajat itu kopi, cabe bendot, terong kori dan kaliandra,” ujar Dadang.

Dia mengimbau kepada petani untuk tidak merusak hutan dengan sistem konvensional. “Hentikan pola pertanian yang merusak alam, tapi bagaimana pola pertanian ramah lingkungan dengan sistem modern,” katanya.

Kerja sama antara Pemkab Bandung dan Perhutani dalam bentuk pengelolaan lahan kritis yaitu penanaman Sabilulungan Tanam Pohon Kesayangan (Satapok) di musim kemarau. Lalau kerja sama di bidang ekowisata dengan melibatkan masyarakat.

“Cakupannya seluruh hutan di Kabupaten Bandung. Utamannya akan dilakukan di daerah hulu DAS Citarum yang dilakukan dengan 11 LSM yang bergerak di lingkungan,” ucap Dadang.

Kepala Divisi Regional Perhutani Jabar dan Banten Andi Purwadi mengatakan keberadaan hutan di Kabupaten Bandung berada di daerah hulu DAS Citarum dan Ciwidey. “Paling utama untuk menjaga hutan disini tetap terjaga dan lestari. Salah satunya saya lihat disini banyak ditanami sayur maka harus ada alih komoditas supaya hutannya tetap bagus,” tutur Andi.

Mengingat banyak petani yang bergantung di lahan Perhutani, Andi akan memikirkannya. “Simultan, kita akan garap hutannya dan ekonomi masyarakatnya kita barengbareng. Pilihan komoditas dan teknik apa yang pas,” ucapnya.

Ia berharap melalui pertemuan tersebut terjadi sinergi antara Pemkab Bandung dan Perhutani berkaitan pengawasan hutan yang beralih fungsi lahan.

“Mudahmudahan kita secara berkala dengan Pemda dan Forpimda bersamasama mengevaluasi dan memonitoring secara intens,” tutur Andi.