Pemalsu Korek Api Gas Tokai Diciduk di Cirebon

Cirebon Satreskrim Polresta Cirebon menciduk tiga pelaku pemalsuan korek api gas merek Tokai yang diedarkan di beberapa daerah di Kota dan Kabupaten Cirebon.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari ditangkapnya AS di daerah Terminal Harjamukti, Kota Cirebon. Saat ditangkap AS kedapatan membawa dan menjual korek api Tokai palsu ke para pedagang secara eceran dan grosiran.

“Dari situ kita kembangkan dan berhasil menemukan sebuah home industry korek merek Tokai di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Dan setelah kita konfirmasi ke pihak Tokai, mereka menyatakan tidak memiliki pabrik di sana,” ujar Kapolresta Cirebon, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, saat menggelar rilis di Mapolresta Cirebon, Selasa (18/7/2017) sore.

Dari hasil pengembangan tersebut polisi kembali menangkap dua pelaku lainnya yakni DL selaku pemilik home industry dan KN salah satu penanggung jawab. Selain itu polisi juga menyita puluhan ribu korek yang telah dipalsukan.

Adi menjelaskan, selain memalsukan korek beserta bungkus dan dusnya para pelaku juga mendaur ulang dengan menggunakan bahan yang tidak lazim. Korek yang seharusnya diisi dengan gas khusus diganti menggunakan gas elpiji.

“Selain memalsukan dan mendaur ulang, proses yang mereka lakukan juga tidak standar dan cenderung membahayakan. Walau pun belum terjadi tapi ini sangat berbahaya, bisabisa terjadi kebakaran,” katanya.

Di tempat yang sama DL mengaku sudah menjalankan aksinya sejak lima tahun terakhir. Selama itu dia mengerjakan proses daur ulang dibantu delapan pegawainya. Dalam kurun sebulan komplotan ini mampu memproduksi 100 karton atau. 100.000 korek api.

“Ini belajar dari paman. Keuntungannya satu box (50 korek) sekitar Rp 10 ribu,” tuturnya.

DL mengatakan sengaja tidak mengambil keuntungan besar dan menjual korek dengan harga murah untuk mengelabui para pelanggannya. Dalam pemasaran, DL menjualnya langsung ke warung dan grosir kecil secara bergerilya dari satu tempat ke tempat lain.

“Ya kadang juga jual di pinggirpinggir jalan, di stopan,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga tersangka sudah ditahan di Mapolresta Cirebon. Ketiganya dijerat UU No 15 tahun 2001 tentang ketentuan merek dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

(ern/ern)