Pejabat Australia Ini Usulkan Boleh Konsumsi Narkoba Untuk Pribadi

Asisten Menteri Kepolisian Negara Bagian Northern Territory Australia, Jeff Collins, menyatakan akan mendesak pemerintah setempat untuk mengizinkan konsumsi narkoba dalam jumlah tertentu untuk penggunaan pribadi. Pasalnya, larangan konsumsi narkoba selama ini tidak berhasil.

Jeff Collins sedang berada di Portugal untuk studi banding mempelajari keberhasilan Portugal untuk membebaskan penggunaan narkoba dalam kadar tertentu, sehingga penggunanya tidak lagi mesti dihukum.

“Model pelarangan tidak berhasil. Orang masih saja menggunakan narkoba,” kata Collins.

“Saya tidak mengatakan bahwa menggunakan narkoba adalah hal yang baik atau kita harus menganjurkannya. Namun kita harus melihat bahwa mereka yang memakai narkoba karena adanya masalah kesehatan, jadi tidak selalu masalah kriminal,” jelasnya.

Collins menekankan menjadikan konsumsi narkoba bukan masalah kriminal, berbeda dengan melegalkan penggunaannya.

“Legalisasi berkenaan dengan banyak hal lain seperti pasokan, peraturan, dan bahkan pajak. Juga dalam hal tertentu memerlukan keterlibatan pemerintah. Sementara dekriminalisasi lebih khusus ditujukan kepada pengguna narkoba, memperlakukannya sebagai masalah kesehatan, bukan masalah kriminal,” katanya.

Perubahan dramatis di Portugal

Portugal telah mengalami perubahan drastis setelah di tahun 2001, pengguna narkoba pribadi bukan lagi merupakan tindak kriminal.

Penggunaan untuk pribadi adalah memiliki narkoba untuk persediaan selama 10 hari.

Ketika seseorang kedapatan menggunakan narkoba, mereka akan dirujuk ke sebuah komisi yang terdiri dari dokter, pekerja sosial dan ahli hukum yang akan menentukan hukuman apa yang patut ditimpakan.

Namun empat dari lima kasus yang ada berakhir dengan penangguhan, dengan tidak ada tindakan apapun yang diambil.

Para pengguna itu akan diberi saran konseling, atau perawatan obat pengganti narkoba atau dikenai hukuman sipil seperti denda.

Sebuah laporan yang dibuat jaringan pemantau narkoba Transform menyebutkan di Portugal, pengguna dewasa menurun sejak tahun 2001, anakanak muda berusia 1524 tahun menggunakan narkoba lebih sedikit dan tingkat penyebaran penyakit berkenaan dengan narkoba seperti HIV dan hepatitis menurun.

Tingkat kematian karena narkoba di Portugal tercatat kedua paling rendah di Eropa, atau tiga kematian per 1 juta penduduk, dibandingkan rerata Eropa 17,3 kematian per 1 juta penduduk.

Namun di sana, masih merupakan hal yang ilegal memiliki narkoba dalam jumlah besar untuk diperdagangkan.

Perawatan atau pemenjaraan

Jeff Collins mengatakan akan mendesak pemerintah Northern Territory untuk melonggarkan aturan terhadap penggunaan beberapa jenis narkoba, dan juga mempelajari apa yang dilakukan Portugal dalam mengurangi penggunaan minuman beralkohol.

Dia mengatakan akan bertemu dengan kalangan profesional kesehatan di Portugal untuk belajar bagaimana sistem penanganannya. Pasalnya, jumlah mereka yang sukarela mendatangi pusat perawatan narkoba juga meningkat.

“Saya kira ini adalah hal yang bagus,” katanya.

“Jumlah pengguna relatif sama banyaknya, namun lebih banyak orang menjalani perawatan. Jadi pada akhirnya mereka menjalani perawatan dan bukannya pemenjaraan. Menurut saya itu hal yang bagus.”

Asosiasi Medis Australia cabang Northern Territory mengatakan pemerintah setempat sebelumnya tidak lagi membiayai program rehabilitasi narkoba dan peradilan. Ditambahkan bahwa program dekriminalisasi “harus dilakukan ekstra hatihati, dengan pendanaan yang besar bagi rehab dan juga kesehatan mental.”

Ketua Asosiasi Medis Robert Parker mengatakan yang mungkin terjadi adalah gangguan mental terkait dengan narkoba, sehingga harus juga direncanakan, serta juga akan memiliki dampak kesehatan bagi warga aborijin.

Sepertiga penduduk Northern Territory adalah warga aborijin.

“Melihat faktor kerentanan, ini mungkin akan memberikan dampak besar bagi kesehatan mental komunitas aborijin,” kata Parker.

Dia mengatakan tingkat gangguan psikosis akibat narkoba di kalangan aborijin tiga kali lebih tinggi dibandingkan warga lainnya. Selain itu, sulit menjalankan program rehab yang efektif di daerah terpencil.

“Banyak warga aborijin yang tidak ikut dalam program rehabilitasi,” katanya.

“Boleh saja bicara secara teori. Namun kita juga harus melihat sisi lain seperti populasi dan geografi. Apa yang mungkin berhasil dilakukan di Portugal bisa menjadi masalah di Northern Territory,” tambah Parker.

Diterjemahkan pukul 13:35 AEST 6/9/2017 oleh Sastra Wijaya dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini