PDIP: Kemenangan Mahathir Bukti Politik Kotor Tak Bisa Rebut Rakyat

Koalisi oposisi Malaysia, Pakatan Harapan, yang dipimpin Mahathir Mohamad, menang di pemilu Malaysia. PDIP menyebut kemenangan Mahathir ialah bukti politik kotor tak akan berhasil memenangkan hati rakyat.

“Kepada kelompok-kelompok tertentu yang masih menggunakan berita palsu, ujaran kebencian, fitnah, dan politik menghalalkan segala cara demi kekuasaan, semoga tersadarkan, bahwa politik kotor tidak pernah mendapat tempat di hati rakyat,” ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dalam keterangan tertulis, Jumat (11/5/2018).

“Selamat untuk yang mulia Mahathir Mohamad, kita perkuat persahabatan kedua bangsa serumpun untuk cita-cita kemanusiaan bersama,” imbuh Hasto.

Hasto mengatakan kemenangan Mahathir disebabkan koalisi petahana Barisan Nasional (BN) yang telah berkuasa di Malaysia selama 60 tahun terbukti memainkan politik SARA. Hal ini menurut Hasto bisa menjadi pelajaran dalam penyelenggaraan demokrasi di Indonesia.

“Ada beberapa komponen dari pihak yang diduga kuat terkait dengan incumbent yang mencoba memainkan politik SARA di Malaysia. Namun kedewasaan pemilih di Malaysia membuktikan bahwa narasi politik pemecah belah atas dasar suku, agama dan antar golongan tidak laku di Malaysia,” kata dia.

“Hal ini bisa menjadi pelajaran di Tanah Air, bahwa mereka yang menggunakan politik adu domba dan mengkampanyekan ujaran kebencian, yang sering mengarah pada radikalisme, tidak mendapat tempat di bumi Pancasila ini,” imbuh Hasto.

Diberitakan, koalisi oposisi Pakatan Harapan pimpinan Mahathir Mohamad menang secara mengejutkan dalam pemilu ke-14 yang digelar Rabu (9/5). Mahathir, yang kini berusia 92 tahun, berhasil mengalahkan koalisi Barisan Nasional, yang kini berkuasa dan dipimpin Perdana Menteri Najib Razak.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *