Para Siswa di Pasuruan Dibekali Materi Antisipasi Bencana

Sekitar 1.200 siswa baru SMAN 1 Purwosari, Kabupaten Pasuruan, mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Salah satu kegiatannya, siswa dibekali dengan materi pengurangan risiko bencana.

Dalam kegiatan ini, siswa dikenalkan potensi bencana di Indonesia, terutama di Kabupaten Pasuruan. Para siswa juga dibekali pengetahuan bagaimana cara mengurangi risiko bencana. Seperti banjir, longsor, puting beliung hingga erupsi gunung api.

“Kita ini hidup di area bencana. Terutama Kabupaten Pasuruan ini, memiliki potensi bencana banjir, longsor dan puting beliung merata. Bahkan ada juga potensi bencana erupsi, di Bromo, Semeru. Dan jangan salah Gunung Arjuna-Welirang-Penanggungan sebenarnya hanya tidur, sewaktu-waktu bisa aktif lagi,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, saat memberikan materi kepada siswa di Aula SMAN 1 Purwosari, Selasa (18/7/2017).

Sugeng mengajak para siswa mengenali potensi bencana, pencegahan atau mitigasi serta menguraikan langkah-langkah mengantisipasinya sehingga bisa mengurangi risiko bencana seperti korban jiwa dan kerugian material.

“Kita harus mencintai alam dengan cara terus melakukan reboisasi untuk mengurangi banjir dan longsor. Kita juga harus aktif menjaga hutan dari risiko kebakaran. Penting juga jangan membuang sampai di sungai,” terangnya di hadapan siswa.

Menurut Sugeng, sekolah juga harus punya sistem penanggulangan bencana, seperti peringatan dini peralatan hingga jalur evakuasi. “Kalau di Purwosari ini risikonya puting beliung, maka model bangunan harus tahan angin kencang. Pohon-pohon yang rawan tumbang juga harus ditebangi,” katanya.

Para siswa tampak antusias dengan materi yang diberikan. Banyak diantaranya yang tak sabar ingin bertanya. Salah satunya, Nia, yang bertanya tentang potensi erupsi gunung api, banjir dan longsor.

Pertanyaan Nia dan para siswa lainnya dijawab dengan singkat dan jelas oleh pemberi materi. “Saya pribadi sangat senang dengan materi ini. Kami jadi tahu banyak soal bencana dan cara penanggulangan. Juga mengerti cara-cara yang harus dilakukan untuk mengantisipasi bencana,” kata Nia, selepas acara.

Untuk diketahui, Kabupaten Pasuruan yang terletak di antara gunung-gunung dan pantai memiliki kerawanan tinggi akan bencana alam. Setiap tahun pemerintah setempat selalu menyiapkan langkah penanggulangan bencana banjir, longsor, puting beliung.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *