Palestina Mulai Bergejolak Jelang Pengumuman Trump soal Yerusalem

Warga Palestina menanti pengumuman dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota dari Israel. Sikap Trump atas Yerussalem ini membuat wilayah di Palestina mulai bergejolak.

Diberitakan reuters, Rabu (6/12/2017), warga Palestina memperkirakan akan banyak kekerasan yang akan timbul jika Trump benarbenar merealisasikan rencananya tersebut.

“Trump ingin membantu Israel mengambil alih seluruh kota. Beberapa orang mungkin tidak melakukan apaapa, tapi yang lain siap untuk berperang demi Yerusalem,” kata seorang penduduk bernama Hamad Abu Sbeih (28).

“Keputusan ini akan memicu kemarahan di seluruh wilayah. Tekanan yang akan menyebabkan ledakan besar,” katanya.

Yerusalem merupakan sebuah kota tua yang juga merupakan tempat berdirinya kuil Yahudi, Kristen dan Islam, juga merupakan jantung konflik IsraelPalestina.

“Ini gila, Anda berbicara tentang sesuatu yang sangat menentukan, Yerusalem adalah ibu kota negara bagian Palestina” kata Samir AlAsmar.

“Itu tidak akan mengubah apa yang Yerusalem lakukan, Yerusalem akan tetap menjadi Arab. Masyarakat tidak akan menerimanya.”

Tidak hanya itu, surat kabar Palestina juga mengecam langkah tersebut. Para pemimpin Palestina juga telah memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat memiliki konsekuensi yang berbahaya.