Pakde Karwo Pastikan Perubahan Nama Jalan Tak Repotkan Warga

Pemprov Jawa Timur berencana mengubah nama 2 jalan di Surabaya. Warga mengeluh dan khawatir pengurusan surat-surat akan ruwet. Gubernur Jawa Timur Soekarwo memastikan tidak akan ada masalah

“Semua urusan yang menyangkut pribadi rumah tangga diurus provinsi. Tentang perubahan KTP, bayar STNK, jadi tanggung jawab provinsi,” ujar Pakde Karwo, sapaan akrabnya, usai menilik pelaksanaan UNBK hari pertama di SMKN 2 Surabaya, Jalan Jalan Tentara Genie Pelajar No. 26, Surabaya, Senin (2/4/2018).

Selain itu, pihaknya telah membentuk Unit Reaksi Cepat (URC). Hal ini dilakukan untuk membantu proses pengurusan dokumen-dokumen agar masyarakat tidak merasa kerepotan.

“Jadi masyarakat tinggal kasih tahu keperluannya apa, nanti kita yang mengurus,” tambahnya.

URC ini, lanjut Pakde Karwo sudah dibentuk dan tinggal melaksanakan tugasnya. Namun, gubernur kelahiran Madiun ini mengatakan akan menyelenggarakan pembahasan lebih lanjut terkait program URC.

“Siang ini setelah rapat DPRD kita matengkan program apa yang diinginkan masyarakat,” lanjut Pakde Karwo.

Namun, untuk jalan yang diubah, Pakde Karwo mengatakan hanya akan mengubah nama di Jalan Dinoyo sepanjang 100 meter saja. Jalan tersebut juga tidak ada di perkampungan penduduk, hanya yang dihuni perusahaan saja.

“Lokasinya yang sekitar bioskop Purnama yang sudah ndak dipakai itu, hanya 100 meter yang dihuni perusahaan-perusahaan saja,” kata gubernur yang telah menjabat selama dua periode ini.

Soekarwo juga memastikan, untuk jalan yang banyak dihuni penduduk namanya akan tetap. Jadi, warga Dinoyo tidak perlu lagi mencemaskan hal ini.

Pengubahan nama 2 jalan terkait dengan harmoni Sunda-Jawa. Sebagian jalan Dinoyo diubah jadi Pasundan, sedangkan sebagian jalan Gunungsari jadi Siliwangi. Di Bandung akan ada nama Jalan Majapahit dan Hayam Wuruk.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *