Pakar Senjata Kimia Periksa Sampel Racun Eks Mata-mata Rusia

Pakar senjata kimia internasional mendatangi Inggris untuk mengambil sampel racun gas saraf yang membuat eks mata-mata Rusia, Sergei Skripal, tak sadarkan diri. Hal ini dilakukan setelah otoritas Inggris menuding Rusia sengaja menimbun racun yang berasal dari era Uni Soviet itu.

Skripal (66) dan putrinya, Yulia (33), masih dalam kondisi kritis di rumah sakit usai ditemukan tak sadarkan diri pada 4 Maret lalu di sebuah bangku di luar pusat perbelanjaan di Salisbury, Inggris. Otoritas Inggris menyelidiki kasus ini sebagai dugaan percobaan pembunuhan.

Inggris telah menyatakan Skripal dan putrinya diracun gas saraf jenis Novichok. Gas saraf dengan level militer itu diketahui berasal dari era Uni Soviet dan banyak dibuat sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an silam. Inggris dan Rusia saling tuduh terkait insiden Skripal dan putrinya ini. Bahkan Inggris mengusir 23 diplomat Rusia yang kemudian dibalas Rusia dengan aksi serupa.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (19/3/2018), para pakar teknis dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) akan mengunjungi Inggris pada Senin (19/3) ini. Para pakar senjata kimia itu akan mengambil sampel racun yang membuat Skripal dan putrinya tak sadarkan diri.

“Sampel ini kemudian akan dikirim ke laboratorium internasional yang bereputasi tinggi yang dipilih oleh OPCW untuk diperiksa, dengan hasilnya diperkirakan akan keluar dalam waktu minimum dua minggu,” demikian pernyataan Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris.

Menteri Luar Negeri Boris Johnson sebelumnya menuding Rusia diam-diam menimbun gas saraf jenis Novichok selama beberapa tahun terakhir. “Kami sebenarnya memiliki bukti dalam 10 tahun terakhir, bahwa Rusia tidak hanya menyelidiki penyaluran gas saraf untuk tujuan pembunuhan, tapi juga menciptakan dan menimbun Novichok,” sebut Johnson kepada BBC.

Dalam pernyataan terpisah, Putin membantah tudingan Rusia berada di balik insiden serangan terhadap Skripal dan putrinya. Putin menyebut tudingan itu omong kosong.

“Itu sungguh-sungguh omong kosong bahwa seseorang di Rusia akan membiarkan diri mereka melakukan hal semacam itu menjelang pemilu dan Piala Dunia,” ucap Putin. “Kami telah menghancurkan seluruh senjata kimia,” tegasnya, sembari menyatakan Rusia siap dilibatkan dalam penyelidikan.

Sedangkan Duta Besar Rusia untuk Uni Eropa, Vladimir Chizhov, balik menuding bahwa gas saraf yang digunakan dalam serangan ke Skripal dan putrinya, bisa jadi berasal dari Inggris sendiri.

“Ketika Anda memiliki gas saraf, Anda memeriksanya terhadap sampel-sampel tertentu yang Anda miliki di laboratorium Anda,” ujar Chizhov pada akhir pekan kemarin. “Dan Porton Down, seperti kita semua ketahui, merupakan fasilitas militer terbesar di Inggris yang menangani penelitian senjata kima — dan fasilitas itu hanya berjarak 8 mil (12 km) dari Salisbury,” imbuhnya.

Terhadap tudingan itu, Johnson menyebutnya bernada ‘satire’ dan menegaskan bahwa ‘itu bukan tanggapan dari negara yang sungguh meyakini pihaknya tidak bersalah’. “Respons mereka merupakan campuran sarkasme dan penyangkalan dan sulit dipahami,” sebutnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *