Over Kapasitas Penghuni LP dan Rutan di Indonesia Capai 600 Persen

Kapasitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) hingga saat ini masih persoalan. Bahkan kelebihan penghuni di sejumlah tempat mencapai 600 persen.

“Sekarang oke ya, tetapi tetap menjadi persoalan kita adalah jumlah kapasitas yang terbatas dari Rutan dan Lapas kita. Pada saat ini sama peningkatan penghuni semakin hari semakin bertambah, khususnya narkoba, kejahatan narkotik,” kata Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, ditemui sebelum melakukan peletakan batu pertama pembangunan relokasi Rutan Boyolali, Sabtu (9/12/2017).

Diungkapkan Yasonna, jumlah narapidana di Indonesia saat ini mencapai 229 ribu orang. Sedangkan kemampuan atau kapasitas dari Lapas dan Rutan yang ada hanya sekitar 130 ribu.

“Kalau di beberapa kota, over kapasitasnya 300 sampai 400 persen. Namun ada beberapa tempat (yang over kapasitasnya) 500 sampai 600 persen, sehingga itu sangat mengerikan sekali,” jelasnya.

Maka, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Boyolali, Seno Samodro, yang pembangunkan Rutan yang baru tersebut. Relokasi Rutan dengan kapasitas yang lebih banyak tersebut sangat membantu Kemenkumham dalam mengatasi over kapasitas tersebut.

“Yang dilakukan Bapak Bupati Boyolali ini, membantu pemerintah pusat, dalam hal ini ada hibah ke kita nantinya dengan membangun (Rutan) yang baru,” ucapnya.

“Nanti kita redistribusi dari mana untuk mengisi,” imbuhnya.

Pemkab Boyolali merelokasi Rutan kelas IIB Boyolali. Bangunan Rutan yang ada saat ini di jalan Merbabu No 15 dan berada di tengah kota dinilai sudah tidak representatif lagi. Luas lahan dan bangunannya pun sudah terlalu sempit.

“Rutan Boyolali saat ini untuk parkir tiga mobil saja tidak cukup,” kata Bupati Boyolali, Seno Samodro.

Bangunan relokasi Rutan yang baru berada di wilayah Dukuh Masahan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Di sebelah timurnya Kantor Kecamatan dan Kantor Kelurahan Mojosongo atau di belakangnya SD Negeri Masahan.

Menurut Seno, dalam relokasi Rutan ini tidak ada tukar guling. Namun saling menghibahkan. Bangunan Rutan yang baru akan dihibahkan Pemkab Boyolali ke Kemenkumham, sedangkan Rutan yang lama akan dihibahkan Kemenkumham ke Pemkab Boyolali.

“Ini saling menghibah. Kantong kiri sama kantong kanan, sesama negara, nggak ada yang diuntungkan, nggak ada yang dirugikan. Kita menghibah ke Menkumham, Menkumham menghibah ke kita, selesai,” ujar Seno.

Kepala Rutan kelas IIB Boyolali, Muhammad Ali, mengungkapkan kondisi Rutan Boyolali saat ini sudah over kapasitas. Dengan luas bangunan 184 meter persegi, memiliki kapasitas penghuni 38 orang saja. Namun jumlah penghuni saat ini sebanyak 176 orang, terdiri Napi dan Tahanan.