Ortu Calon Siswa Kecewa Website PPDB Jabar tidak Bisa Diakses

Website ppdb.jabarprov.go.id sempat tidak bisa diakses sejak Senin (3/7) malam sampai tadi pagi. Situs resmi ini sebagai media informasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Jawa Barat.

Orang tua calon siswa kecewa dengan kondisi tersebut. Hingga siang ini, Selasa (4/7/2017), sekitar pukul 11.00 WIB, tampilan situs sudah normal. Namun untuk sejumlah info SMA masih belum bisa diakses, hanya data jumlah kuota dan pendaftar yang dapat dilihat.

“Informasi nama identitas pendaftar dan passing grade SMA tidak ada datanya. Saya kecewa. Sebaliknya untuk info SMK tercantum lengkap datanya,” ucap Wildan (35), salah satu orang tua calon siswa, kepada detikcom via pesan singkat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat Firman Adam membenarkan soal situs tersebut tidak dapat diakses. Namun hal itu tidak menjadi masalah berarti lantaran pelaksanaan PPDB jalur akademik tingkat SMA/SMK di Jabar dilakukan dengan sistem setengah online.

Artinya, menurut Firman, website bukan menjadi sarana utama dalam proses penerimaan siswa baru. Para orang tua bisa langsung ke sekolah yang dituju untuk melakukan pendaftaran. Setelah itu nanti akan diinput datanya oleh pihak sekolah.

“Sekarang kan sistem offline. Siswa langsung diantar ke sekolah oleh orang tua ke sekolah yang dituju,” kata Firman, saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (4/7/2017).

Dia menjelaskan, siang ini situs ppdb.jabarprov.go.id sudah normal. Website tersebut berfungsi untuk memberikan informasi kepada para orang tua bila anaknya sudah terdaftar di sekolah yang dituju.

“Bisa dilihat manakala sudah dimasukan (datanya) oleh sekolah yang bersangkutan. Karena kan yang upload itu sekarang sekolah, tidak seperti saat PPDB jalur non akademik masyarakat langsung upload semua data melalui website,” ujarnya.

Dia menambahkan, PPDB jalur akademik dengan sistem setengah online ini dilakukan karena tidak semua daerah siap dengan infrastrukturnya. Sehingga diambil jalan tengah yang tidak mempersulit para orang tua yang akan mendaftarkan anaknya ke sekolah yang diinginkan.

“Kebijakan ini diambil karena Jabar ini kan luas ada 27 kabupaten/kota. Kalau online ada yang sudah siap dan belum. Jadi kita ambil jalan tengah. Jalan tengahnya siswa datang ke sekolah yang dituju mendaftarkan, baru di input,” tutur Firman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *