Musim Kemarau, Suplai Air Bersih di Kabupaten Bandung Terganggu

Kabupaten Bandung Menyusutnya Tinggi Muka Air (TMA) Situ Cileunca dan sumber air limpahan PLTA Cikalong yang berada di Pangalengan, Kabupaten Bandung berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih bagi pelanggan PDAM Tirta Raharja di lima kecamatan di Kabupaten Bandung.

Pelayanan air bersih dari PDAM Tirta Raharja untuk warga di lima kecamatan tersebut terganggu sejak Rabu (9/8) dini hari lalu hingga Sabtu (12/8).

Salah satunya dirasakan oleh Den Dany (45) warga Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Beberapa hari kebelakang suplai air ke rumahnya tidak mengalir.

“Beberapa hari lalu air PDAM tidak mengalir ke rumah. Kalau sekarang air sudah mengalir, di siang hari debit airnya menjadi kecil, kalau malam debitnya membesar namun tidak normal pada biasanya,” katanya saat ditemui detikcom di kediamannya, Jumat (18/7/2017).

Karena suplai air PDAM yang mengalir ke rumahnya kerap mengalami gangguan ia bersama istri dan anaknya terpaksa harus membeli air isi ulang untuk kebutuhan memasak dan mandi.

“Kalau mencuci baju kadang ikut ke rumah saudara di Kecamatan Katapang yang letaknya sekitar 10 km dari rumah,” ungkapnya.

Kepala Bagian Humas dan Hukum PDAM Tirta Raharja, Dadang Supriadi mengatakan pasokan air bagi lima kecamatan di Kabupaten Bandung, Kecamatan Soreang, Banjaran, Cangkuang, Pameungpeuk dan Katapang berkurang drastis.

Pasalnya, perusahaan pembangkit listrik di PLTA Cikalong tengah melakukan pemeliharaan dengan menampung air di tandon milik PLTA. “Selama ini memang kami PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung memanfaatkan limpahan air dari PLTA Cikalong. Kurang lebih 22 ribu pelanggan akan terdampak,” kata Dadang saat dikonfirmasi detikcom via sambungan telepon.

Dadang mengungkapkan, dalam kondisi normal PLTA akan melimpahkan air untuk digunakan sebagai air baku dengan frekuensi lima hingga tujuh kali seminggu. Namun, karena pemeliharaan, pelimpahan air hanya dilakukan dua kali sehari.

Ia juga belum mengetahui seberapa lama pemeliharaan turbin PLTA Cikalong akan selesai. Menurutnya, pemeliharaan turbin biasanya dilakukan di akhir musim kemarau, tidak seperti sekarang di awal musim kemarau.

“Kepala Cabang juga sudah berkoordinasi dengan pihak PLTA, mudahmudahan tidak berkepanjangan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, kami berupaya mengembalikan keadaan seperti sedia kala,” katanya.

Selain itu, sumber air PDAM Tirta Raharja di Situ Cileunca pun debit airnya menyusut. Untuk sementara, pelayanan air bersih di Kecamatan Banjaran dan Pameungpeuk bersumber dari tempat pengolahan air bersih milik PDAM di Cikoneng Ciparay.

“Pelayanan di dua kecamatan ini masih berjalan normal. Sedangkan untuk pelayanan di Kecamatan Soreang, Cangkuang dan Katapang sampai dengan hari ini belum normal kembali. Sehingga kepada para pelanggan di tiga kecamatan ini kami mohon maaf atas ketidak nyamanan ini dan tetap bersabar,” ungkapnya.

Dadang menjelaskan, keterlambatan suplai air tersebut murni diakibatkan karena musim kemarau bukan karena permasalahan teknis. “Kami harap kalau air sedang mengalir upayakan menampung air menggunakan ember dan bak untuk memenuhi kebutuhan pokok,” jelasnya

Dadang menambahkan, pihaknya memberikan pelayanan air bersih melalui mobil tangki dengan sistem dropping di tiga kecamatan. Mobil tangki tersebut beroperasi sejak Jumat (11/8) dan akan terus berjalan hingga suplai air dari Cikalong kembali normal.

“Untuk pelanggan yang membutuhkan pelayanan silahkan saja menghubungi kantor cabang PDAM Tirta Raharja Soreang. Nanti petugas kami akan mengirim air bersih pakai tangki, sekali kami mohon maaf dan pelanggan diharapkan bersabar,” pungkasnya.