Muncul di Video ISIS, Militan Singapura Tantang Pangeran Harry

Damaskus Seorang anggota kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Singapura muncul dalam video yang beredar luas di internet. Militan asal Singapura itu menantang Pangeran Harry untuk memerangi langsung para militan di Suriah.

Diyakini ini merupakan pertama kalinya seorang militan ISIS dari Singapura muncul dalam video ISIS. Dalam video berdurasi 3 menit 30 detik itu, militan yang menyebut dirinya sebagai Abu Uqayl dari Singapura berbicara dalam Bahasa Inggris. Video ISIS itu dirilis oleh sayap media ISIS pada Sabtu (23/9) waktu setempat. Demikian seperti dilansir AFP dan Channel News Asia, Senin (25/9/2017).

Dalam video itu, Abu Uqayl dan beberapa militan lainnya yang berseragam loreng ala militer terlihat memindahkan peluru artileri ke sebuah truk yang dilengkapi senapan mesin. Berbicara dalam Bahasa Inggris, Abu Uqayl kemudian menyerukan orangorang untuk bergabung dengan ISIS di Asia Timur, atau bertempur dengan militan ISIS lainnya di negaranegara seperti Libya, Yaman, dan Afrika Barat.

“Korbankan semuanya yang berharga,” ucap Abu Uqayl dalam video itu.

Abu Uqayl juga menyinggung soal Pangeran Harry yang membahas serangan teror di London, Inggris saat berkunjung ke Singapura pada Juni lalu. Dia lalu menantang Pangeran Inggris, cucu Ratu Elizabeth II itu untuk langsung melawan ISIS di Suriah.

“Kenapa Anda tidak datang ke sini dan bertempur dengan kami jika Anda jantan, jadi kami bisa mengirimkan Anda dan (helikopter) Apache Anda ke api neraka, biidhnillah (Allah mengizinkan)?” ucap Abu Uqayl dalam video yang disebarkan oleh pemantau militan, SITE Intelligence Group.

Diketahui bahwa Pangeran Harry pernah mengabdi di militer Inggris dan menerbangkan helikopter serbu Apache dalam misi di Afghanistan.

Kunjungan Pangeran Harry ke Singapura pada Juni lalu, dibayangi oleh serangan teror di London yang diklaim oleh ISIS. Dalam serangan itu, sebuah kendaraan menabrak kerumunan orang di pinggir jalan dan sejumlah pria bersenjatakan pisau menikam orangorang. Sedikitnya tujuh orang tewas dalam aksi teror itu, sebelum para pelaku ditembak mati oleh polisi Inggris.

Menanggapi video ISIS ini, Kementerian Dalam Negeri Singapura meyakini militan yang muncul dalam video itu memang warga negaranya. “Badan keamanan kami menyadari cukup lama kehadiran seorang warga Singapura di Suriah, yang bernama Megat Shahdan bin Abdul Samad, 39 tahun, dan telah memantau aktivitasnya,” demikian pernyataan otoritas Singapura.

“Diyakini bahwa orang yang dalam video itu menyebut dirinya sebagai Abu Uqayl adalah Shahdan,” imbuh pernyataan itu.