Mulai 2018, Absensi PNS di Garut Pakai Iris Mata

Mulai Januari 2018 ini, Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menerapkan sistem elektronik absen (E-Absen). E-absen berlaku untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan SKPD dan kecamatan di Garut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Nurdin Yana menjelaskan penerapan E-absen itu untuk meningkatkan kedisiplinan kehadiran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Garut.

“Kita akan bisa melihat pegawai. Yang rajin makin rajin dan pegawai yang malas bisa berubah ke arah yang lebih baik,” ungkap Yana kepada wartawan di kantornya, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Garut, Rabu (3/1/18).

Yana mengatakan penerapan E-absen ini sudah dimulai sejak Selasa (2/1/18) kemarin. “Ini juga berkaitan dengan Tunjangan Kinerja Dinamis (TKD), sehingga berbanding lurus dengan kualitas kinerja aparatur di Pemkab Garut,” katanya.

Dengan sistem E-absen tersebut, sambung Yana, absensi PNS akan menggunakan sensor wajah. Para ASN akan melakukan absensi dengan iris mata dan sidik jari sebanyak dua kali selama hari kerja.

“Sistem tersambung langsung ke BKD, akan memonitor pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan, telat atau pulang lebih cepat dari jam kerja,” ujar dia.

Berdasarkan data dari BKD Garut, saat ini ada 16.351 ASN yang bekerja di lingkungan Pemkab Garut. Yana mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 5.002 pegawai diantaranya masuk ke sistem E-absen.

“Beberapa SKPD seperti UPT Puskesmas, guru di Dinas Pendidikan, serta rumah sakit umum tidak masuk absensi online karena telah diikat oleh sistem remunerasi dan sertifikasi,” pungkasnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *