Modus Ini Membuat Pelaku Seks Menyimpang Dijerat UU ITE

SS (59), pelaku penipuan seks menyimpang dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kenapa? Ini penjelasan polisi.

Kasubbag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi, mengatakan dari hasil penyidikan, ulah pelaku lebih pada pelanggaran UU ITE. Sebab, pelaku memanfaatkan alat komunikasi berupa telepon untuk melakukan aksi penipuan para para korbannya.

“Dari hasil kajian selama proses penyelidikan dan penyidikan, jeratan yang paling masuk ta UU ITE, kalau dijerat pidana umum yang lain tidak terlalu kuat. Selain itu ancaman ITE juga lebih berat,” kata kasubbag kepada detikcom, Kamis (12/4/2018).

Dijelaskan, tersangka mendapatkan nomor telepon para korban melalui layanan 108. Dari situlah kemudian ia mendapatkan nomor kantor kecamatan. Kepada pegawai kecamatan, pensiunan PNS Pemkot Kediri itu meminta nomor telepon pribadi dari para korban.

“Tersangka ini telepon ke kantor kecamatan mengatasnamakan pejabat serta utusan calon kepala daerah. Nah, karena hirarki kepangkatan itulah pegawai yang menerima langsung memberikan nomor yang diinginkan,” jelas Supadi.

Dalam perkara ini tersangka dijerat Pasal 45A ayat 1 dan Pasal 45 ayat 3 UU RI No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU RI No 11 Tahun 2008 Tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dengan denda maksimal banyak Rp 750 juta.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *