Misterius! Para Diplomat AS dan Kanada Tiba-tiba Sakit di Kuba

Beberapa diplomat Amerika Serikat (AS) dan Kanada yang ditempatkan di Havana, Kuba, tibatiba jatuh sakit. Laporan menyebut para diplomat itu menjadi target senjata sonik misterius.

Seperti dilansir AFP, Jumat (11/8/2017), otoritas AS dan Kanada sedang menyelidiki hal ini lebih mendalam. Namun para pejabat AS menolak untuk secara langsung menyalahkan Kuba sebagai dalang di balik insideninsiden ini.

Insiden ini mulai terjadi sejak akhir tahun 2016, namun baru disadari ada keanehan beberapa waktu terakhir. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS enggan menyebut jumlah pasti diplomat AS yang jatuh sakit saat bertugas di Havana. Namun dia mengkonfirmasi bahwa sejumlah diplomat telah dipulangkan ke AS untuk menjalani perawatan medis.

Otoritas Havana bersikeras pihaknya tengah berupaya melakukan langkahlangkah untuk melindungi misi diplomatik AS di wilayahnya.

Secara terpisah, sejumlah pejabat AS yang enggan disebut namanya, menuturkan kepada CNN bahwa para diplomat AS itu mungkin terkena perangkat sonik yang ditembakkan ke dalam atau ke bagian luar kediaman mereka di Havana.

Beberapa negara memang mengembangkan senjata sonik dan ultrasonik, yang bisa digunakan untuk mengendalikan massa, atau untuk
pembajakan kapal tanpa perlu menggunakan kekuatan mematikan. Namun dalam beberapa kasus kerap terjadi saat intelijen musuh atau teroris menggunakannya terhadap misimisi diplomatik.

Juru bicara Deplu AS, Heather Nauert, menyatakan penyelidikan atas insiden ini masih terus berlangsung. Nauert juga menyatakan bahwa otoritas AS tidak secara langsung menuding Kuba bertanggung jawab atas insiden ini. Namun Nauert menyebut Kuba yang menjadi lokasi misi diplomatik AS, bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan para diplomatnya.

“Apa yang bisa saya katakan kepada Anda adalah ini merupakan para personel pemerintahan AS yang ada di Kuba, di Havana, menjalankan tugas resmi atas nama pemerintah AS,” ujar Nauert.

“Kami menganggap ini sebagai insiden, karena kami masih berusaha mencari tahu penyebab sebenarnya dari situasi ini. Mereka memiliki bermacam gejala fisik. Ini adalah penyelidikan aktif, dan penyelidikan ini masih berlangsung,” imbuhnya.

Setelah para diplomat AS pergi meninggalkan Kuba, sebagai balasannya dua diplomat Kuba yang ada di Washington DC diminta pulang. Pengusiran itu dikecam oleh otoritas Kuba, yang mengajak AS bekerja sama mengungkap penyebab insiden di Havana ini.

Selain AS, satu diplomat Kanada juga mengalami insiden yang sama. “Kami menyadari ada gejala yang tidak biasa terhadap sejumlah personel diplomatik Kanada dan AS serta keluarga mereka di Kanada,” tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Kanada, Brianne Maxwell.