Misteri Air ‘Sirup’ Merah PDAM Bandung

PDAM Tirtawening Bandung bingung bukan kepalang. Gara-garanya muncul air berwarna merah mirip sirupdi rumah segelintir pelanggan. Penyebab pasti air ‘sirup’ mengalir sejenak itu belum terang benderang. Misteri masih menyelimuti sambil menunggu investigasi dan uji laboratorium.

“Ini kejadian luar biasa bagi kami,” ucap Dirut PDAM Tirtawening, Sonny Salimi di kantornya, Jalan Badak Singa, Kota Bandung, Jumat (14/7) kemarin.

Sang dirut keheranan soal air ‘sirup’ merah. Kemunculan air merah ini menjadi persoalan serius bagi PDAM.

“Karena kami tidak pernah memproduksi air merah,” katanya.

“Pasti kami dalami untuk mengetahui penyebab utamanya,” uajr Sonny menambahkan.

Air mengalir di tiga rumah pelanggan PDAM Tirtawening di RW 06, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, tiba-tiba berubah menjadi merah menyerupai sirup, pada Kamis (13/7/2017) malam.

Seorang pelanggan, Deni Rudiana (41) lalu berinisiatif mengunggah video berdurasi 1 menit lewat laman Facebook pribadinya yang memperlihatkan air ‘sirup’ tersebut. Jagat maya mendadak ramai memperbincangkan air ‘sirup’.

“Seumur hidup baru pertama kali saya langganan di PDAM Tirtawening airnya warna merah,” ucap Deni, kemarin.

Kejadian itu bermula saat dia menyalakan keran air pukul 23.00 WIB. Dia menuturkan aliran air ‘sirup’ merah itu berlangsung selama dua jam. Momen itu ia rekam melalui ponsel dan dibagikan lewat laman Facebook.

Berbahaya Dikonsumsi

Petugas PDAM Tirtawening sudah mengambil sampel air ‘sirup’ dari tiga rumah pelanggannya itu untuk kepentingan uji laboratorium. Pengujian dilakukan guna mengetahui unsur yang terkandung di dalam air merah tersebut dan penyebab terjadinya perubahan warna.

“Tinggal menunggu hasilnya (uji laboratorium), kemungkinan hari Minggu,” kata Dirut PDAM Tirtawening Sonny Salimi.

Meski belum diketahui kandungan dan penyebab perubahan warna air sirup tersebut, PDAM Tirtawening menegaskan air itu berbahaya dikonsumsi. Pasalnya, kondisi air sudah tidak sesuai dengan aturan yang berlaku artinya harus berwarna bening bukan merah.

“Apa itu merah zat pewarna atau logam berat, kita tunggu hasil lab. Yang pasti air ini sudah jelas berbahaya secara visual, artinya persyaratan air itu warna, karena tidak bening, jadi tidak boleh dikonsumsi,” tutur Sonny.

Dugaan penyebab sabotase

Sementara ini, menurut Sonny, dugaan air berubah merah itu terjadi karena sejumlah faktor. Bisa persoalan pada sistem distribusi, berupa kebocoran pipa dan unsur kesengajaan oknum tidak bertanggung jawab. Namun, tentu perlu pendalam untuk mencari tahu penyebab pasti.

Beberapa kasus pernah terjadi dari dua faktor kemungkinan tersebut. Kejadian pertama terjadi kebocoran akibat adanya pengerjaan penggalian tanah dan akhirnya tidak sengaja merusak pipa hingga kotoran masuk mengotori aliran air ke rumah warga.

“Waktu itu yang masuk air comberan. Nah kita temukan ada kebocoran pipa di sana, karena ada pengerjaan penggalian. Tapi itu merata terjadi di kawasan tersebut,” ucap Sonny.

Munculnya faktor dugaan sabotase ini diperkuat dengan ketidak merataan rumah pelanggan yang tercemar. Sebab, di kawasan tersebut ada beberapa pelanggan, namun tidak terdampak air berwarna merah. Padahal pipa penyaluran berada di satu jalur.

“Kami juga sulit membuat analisa karena pipa satu jalur. Tapi faktanya ada beberapa rumah saja (tercemar) dan lokasi tidak satu jalur,” kata dia.

PDAM Tirtawening Bandung sudah bekerja sama dengan Polda Jabar untuk mendalami penyebab munculnya air sirup ini. Diharapkan persoalan ini bisa segera terselesaikan dengan baik.

“Karena ini kejadian luar biasa, kami melibatkan Polda Jabar untuk proses investigasi. Kebetulan kami ada MoU dengan mereka (Polda Jabar) karena kita masuk objek vital,” kata Sonny.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *