Minta Trump dan Korut Tahan Diri, China: Jangan Tuang Minyak ke Api

Beijing Otoritas China menyerukan semua pihak menahan diri di tengah maraknya perang katakata antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim JongUn. China meminta jangan ada yang menuang minyak ke dalam api dalam krisis Korut.

Saat ditanya seberapa besar kekhawatiran China terhadap perang katakata antara Trump dan Korut yang berpotensi menambah ketegangan di Semenanjung Korea, juru bicara Kementerian Luar China, Lu Kang, menggambarkan situasi saat ini sangat rumit dan sensitif.

Lu Kang menegaskan, sangat penting bagi semua pihak untuk secara tegas, menyeluruh dan tepat dalam menerapkan resolusiresolusi PBB untuk Korut. Lu merujuk pada resolusi yang menyerukan sanksi lebih ketat bagi Korut dan upaya dilanjutkannya dialog.

“Semua pihak seharusnya tidak semakin membuat jengkel satu sama lain dan tidak menuang minyak ke dalam api di tengah situasi yang tegang di Semenanjung (Korea) saat ini,” ucap Lu dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters, Senin (25/9/2017).

“Kami mengharapkan semua pihak tidak terus melakukan halhal yang membuat jengkel satu sama lain dan lebih menahan diri,” imbuhnya.

Perang kata antara Trump dan Kim JongUn semakin memanas setelah Trump mengancam akan menghancurkan total Korut, jika rezim komunis itu terus mengancam AS dan sekutunya. Trump bahkan mengejek Kim JongUn sebagai manusia roket dalam misi bunuh diri.

Menanggapi ancaman Trump, Kim JongUn merilis pernyataan langka yang disampaikan dari sudut pandang orang pertama. Dalam pernyataan itu, Kim JongUn menyebut Trump sebagai pria tua AS bermental gila yang akan dijinakkan dengan api. Kim JongUn memakai istilah dotard yang berarti pria tua yang lemah dan pikun, untuk menyebut Trump.

Tidak hanya itu, Kim JongUn juga bersumpah mempertimbangkan langkah pembalasan garis keras level tertinggi dalam sejarah. Menteri Luar Korut, Ri YongHo, menambahkan kemungkinan langkah pembalasan yang disebut Kim jongUn merujuk pada uji coba bom hidrogen terbaru melintasi Samudera Pasifik.

Saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB pada Sabtu (23/9) waktu setempat, Ri YongHo, menyebut bahwa serangan ke daratan AS dengan rudalrudal Korut tak terelakkan setelah Trump, yang disebutnya Presiden Jahat mengejek pemimpin Korut sebagai manusia roket.

Trump langsung menanggapi pernyataan Ri YongHo itu via akun Twitternya. “Baru saja mendengar Menteri Luar Negeri Korut berbicara di PBB. Jika dia menggaungkan pikiran Manusia Roket Kecil, mereka tak akan ada lebih lama lagi,” kicaunya pada Sabtu (23/9) malam waktu setempat.

Pada Senin (25/9) waktu setempat, Korut menegaskan pihaknya mengecam keras pernyataan Trump yang disebutnya sembrono. Menurut Korut, pernyataanpernyataan Trump itu merupakan bentuk penghinaan bagi rakyat Korea yang tidak bisa ditoleransi dan deklarasi perang.