Meriah, Malam Kebudayaan Indonesia 2017 di Riyadh

Kedutaan Besar Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Kementerian Pariwisata RI menggelar “Malam Kebudayaan Indonesia 2017” (MKI 2017) pada Kamis (14/12) mulai pukul 16.00-22.00 di KBRI Riyadh, Arab Saudi.

Menurut PF Pensosbud KBRI Riyadh, Sunan J. Rustam seperti tertuang dalam rilis pers yang diterima detikcom, Jumat (15/12/2017), pesta seni budaya dan kuliner Indonesia ini adalah yang pertama diselenggarakan oleh KBRI Riyadh dan merupakan terbesar yang pernah diselenggarakan di area Diplomatic Quarter (Komplek Kedutaan/Perwakilan Negara dan Lembaga Asing) di Riyadh.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI yang diwakili oleh Kuasa Usaha a.i, Dicky Yunus, menggarisbawahi pentingnya pesta budaya kali ini, yaitu sebagai forum untuk mempromosikan budaya Indonesia ke publik Arab Saudi. Selain itu, penyelenggaraan MKI 2017 ini juga tidak lepas dari hasil kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud ke Indonesia pada bulan Maret 2017 lalu, dimana dalam kunjungan yang sangat bersejarah tersebut telah ditandatangani Memorandum of Understanding Kerjasama Pertukaran Budaya antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi.

Selain keragaman budaya, Indonesia juga kaya akan beragam kuliner yang beberapa di antaranya sudah sangat familiar dan disukai masyarakat Arab Saudi. Antusias pengunjung terlihat dari jumlah undangan mencapai sekitar 500 orang yang terdiri dari kalangan diplomatik, travel agent, para siswa Saudi peminat program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing, wartawan dan lain-lain.

Acara diawali dengan pameran lukisan tentang keberhasilan pembangunan, keanekaragaman budaya dll. Semarak acara dihibur oleh penampilan tari-tarian tradisional yang dibawakan oleh para siswa Sekolah Indonesia Mekkah, Sekolah Indonesia Jeddah dan Sekolah Indonesia Riyadh, di samping gamelan Jawa sebagai pembuka acara.

Rampak Kendang, sebuah kesenian dari Jawa Barat, menjadi atraksi paling menarik. Tim kesenian yang khusus didatangkan dari Indonesia dan para pemainnya sangat profesional ini, telah menarik perhatian pengunjung, baik dari seni pemukulan perkusin maupun cara berinteraksi dengan pengunjung.

Menurut Atase Pendidikan dan Kebuayaan KBRI Riyadh, Achmad Ubaedillah, penyajian kuliner khas Nusantara seperti bakso, nasi goreng, sate dan jajanan pasar juga sangat menarik perhatian pengunjung di samping sajian minuman khas seperti wedang jahe dll.

Tak cuma itu, pengunjung juga dimanjakan dengan sajian “nobar” film Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara sebuah film yang diproduksi pada tahun 2016 dan bercerita tentang seorang gadis muslimah berparas ayu yang memiliki cita-cita menjadi guru lantaran ia selalu terkenang akan pesan ayahnya untuk membagi ilmu. Begitu memperoleh kesempatan untuk mengajar di Atambua, gadis ini pun meninggalkan kampung halamannya. Desa yang ia tuju dihuni oleh komunitas agama lain. Ia harus berusaha untuk beradaptasi hidup disana, selain itu ia juga harus berjuang untuk memperbaiki kualitas pendidikan di desa terpencil itu.

Pilihan film Aisyah mengingat saat ini Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi tengah mengaktualisasikan kembali Unity in Diversity dalam berbagai bidang. Pengunjung juga diajak berinteraksi mengenai isi film Aisyah tersebut dan bagi yang dapat menjawab pertanyaan, panitia menyediakan hadiah (doorprize) yang menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *