Menhub: Akan Ada Masa Transisi Sebelum Permenhub 108 Diterapkan

Kementerian Perhubungan tidak akan serta merta langsung menerapkan Permenhub No 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. Pihaknya akan memberlakukan masa transisi terlebih dulu

“Ada transisi, temanteman masih sosialisasi. (Masa transisinya ) bisa satu bulan, bisa tiga bulan,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi Budi kepada wartawan di Gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (31/10/2017).

Budi menambahkan, tujuan diberlakukan permenhub yakni untuk memberikan perlindungan kepada para sopir kendaraan berbasis online. Salah satunya dengan mengatur batasan tarif bawah.

“Ada beberapa yang akan kami berlakukan (pada masa transisi), tetapi dalam satu atau dua hari ini akan kami finalkan. Ya KIR sama SIM itu kami kasih waktu lebih pendek, 1 bulan paling lama (untuk mengurus),” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Budi juga mengomentari adanya kritik atas permenhub 108 ini, baik dari sopir taksi konvensional maupun sopir taksi online. Karena urusan ini menyangkut kebutuhan masyarakat banyak, pihaknya sudah berupaya mencari solusi.

“Saya kesembilan kota untuk mendengarkan, apa keluhan dan apa manfaatnya. Cukup dilematis ada dua kubu, yang satu mau narik saya ke kanan yang satu mau narik saya ke kiri. Kami berusaha di tengah untuk memberikan keseimbangan,” ungkap dia.

Dia mengatakan setelah menyerap aspirasi dari berbagai daerah, pihaknya akan memberikan legitimasi kepada taksi online. Di lain sisi pihaknya tetap akan berusaha melindungi taksi konvensional, supaya keberadaan taksi online tidak terlalu dominan.

“(Aturan) wilayah kami berikan konsep, tetapi pemerintah daerah yang memutuskan. Iya, tinggal mereka berkomunikasi seperti apa,” pungkasnya.